Bursa kripto BitMart akan menghentikan seluruh operasi pada 26 Agustus nanti, namun uang para penggunanya justru tertahan di dalam. Keputusan penutupan yang diumumkan pada Juli 2026 lalu ini berubah menjadi masalah serius ketika banyak pengguna melaporkan akses penarikan dana mereka terus diblokir hingga hari ini.
Pengguna X bernama “BeardStaff” melaporkan aset senilai $10 juta miliknya tidak bisa ditarik sejak pengumuman penutupan pada 26 Juli. Saat proses penarikan mulai macet, manajer VIP BitMart menghapus kontaknya dari grup Telegram, memutus satu-satunya jalur komunikasi prioritas yang ia miliki.
Drama Retas Akun dan Tuntutan Buka Buku
Situasi meruncing ketika akun X resmi BitMart berbahasa China tiba-tiba memposting tuntutan keras dari dalam. Postingan itu mendesak pendiri BitMart Sheldon Lee dan rekannya Yi Li untuk membuka seluruh pembukuan perusahaan. Tuntutan ini meminta rincian dompet, aset, liabilitas, dan cadangan dana yang bisa diverifikasi pihak independen, dengan batas waktu respons 19 Agustus.
Sheldon Lee merespons dengan bantahan. Ia mengklaim akun X perusahaannya telah diretas, dan menyebut isi postingan itu sebagai “rumor yang difabrikasi”. Lee menegaskan rencananya untuk melaporkan insiden ini ke polisi dan mengirim surat kuasa resmi ke pihak X.
Namun bantahan itu tidak menyentuh masalah utama. Lee menghindari pertanyaan krusial mengenai penarikan dana yang macet. Ketika didesak soal karyawan BitMart yang dilaporkan belum menerima gaji bulan Juli, Lee hanya merespons singkat bahwa “tidak ada hak prioritas di atas aset klien”.
Investigator dan Investor Kehabisan Sabar
Pola komunikasi yang samar ini memancing reaksi dari investigator onchain ZachXBT. Ia melontarkan peringatan langsung kepada pihak bursa: “Jika kamu punya likuiditas, kembalikan dana, jangan posting pernyataan samar.”
Kalangan institusional ikut merespons. CEO Echo Base, Roshan Dharia, menawarkan bantuan berupa paket restrukturisasi bermodal, atau debtor-in-possession financing, untuk menolong bursa yang berbadan hukum di Cayman Islands ini. Tawaran penyelesaian ini tidak mendapat balasan dari manajemen BitMart.
๐ Baca JugaBitMart Tutup Bulan Depan - Tapi Kini Akun Resminya Justru Berbalik Menuntut Sang Pendiri
Melihat sikap tertutup ini, Dharia menilai BitMart sedang berjalan menuju sengketa hukum. “Tidak ada versi penyelesaian ini yang berakhir baik tanpa pengadilan,” tegasnya.
Runtuh di Tengah Lesunya Pasar
Kasus yang melanda BitMart mencuat tepat saat bursa terpusat (CEX) mengalami fase lesu. Sepanjang bulan Juli, total volume perdagangan CEX gabungan anjlok 23,9% menjadi $3,76 triliun - rekor volume terendah sejak November 2023.
Batas waktu 19 Agustus untuk pembukaan buku tinggal menghitung hari. Bagi para pengguna yang uangnya terkurung, perdebatan soal diretas atau tidaknya akun X resmi adalah hal yang tidak penting. Mereka hanya butuh akses penarikan dana dibuka kembali sebelum BitMart benar-benar mati pada 26 Agustus. Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




