Hanya sepekan setelah menerima surat peringatan dari Nasdaq akibat harga saham yang anjlok, perusahaan insurtech asal Shanghai Zhibao Technology Inc. mengambil langkah drastis. Perusahaan yang diperdagangkan dengan kode saham ZBAO ini resmi menandatangani lembar kesepakatan tidak mengikat senilai $220 juta untuk menerbitkan saham baru.
Pihak pembelinya adalah entitas bernama Joyertech and Information OPC. Namun yang membuat transaksi ini menonjol bukan sekadar nilai akuisisinya, melainkan alat bayarnya. Alih-alih menyetor uang tunai, Joyertech akan melunasi seluruh pembayaran saham baru itu murni menggunakan sekitar 3.500 Bitcoin melalui struktur investasi swasta pada ekuitas publik atau akrab disebut PIPE.
Syarat Mutlak: Serahkan Mayoritas Kursi Direksi
Suntikan modal sebesar ini tentu tidak datang tanpa syarat. Sebagai imbalan atas masuknya ribuan Bitcoin ke dalam neraca perusahaan, Joyertech mendapatkan hak mutlak untuk menunjuk mayoritas anggota dewan direksi baru Zhibao. Langkah ini praktis mengambil alih seluruh kendali perusahaan dari tangan manajemen lama ke pihak investor baru.
Meski begitu, di masa transisi ini manajemen lama Zhibao masih dipercaya memegang kendali atas operasional bisnis asuransi aslinya. Tugas operasional itu akan berlanjut setidaknya sampai dewan direksi baru membuat keputusan resmi terkait langkah pemisahan, pelepasan aset, atau restrukturisasi bisnis secara utuh. Zhibao sendiri selama ini mengklaim posisinya sebagai pelopor platform asuransi digital tertanam model B2B2C di China semenjak tahun 2020.
Berpacu dengan Tenggat Waktu dari Bursa
Kesepakatan investasi berbasis kripto ini datang persis di saat kondisi perusahaan sedang di ujung tanduk. Pada tanggal 15 Juli lalu, Nasdaq mengirimkan surat peringatan resmi lantaran harga saham ZBAO terperosok jauh di bawah batas minimum $1, dan bahkan sempat menyentuh level kritis $0,22. Dengan aturan ketat bursa Wall Street, manajemen kini hanya memiliki waktu 180 hari - tepatnya hingga tanggal 6 Januari 2027 - untuk mengangkat kembali harga sahamnya memenuhi standar pencatatan.
📌 Baca JugaEmpery Digital Jual 1.400 Bitcoin Demi Pusat Data AI - Saat Tekanan Pemegang Saham Ubah Haluan Perusahaan
Keputusan beralih ke aset digital ini sejalan dengan tren perusahaan publik yang menimbun Bitcoin. Saat ini lebih dari 150 perusahaan publik tercatat menyimpan kripto itu di dalam neraca mereka. Meski begitu, cadangan Bitcoin bukanlah jaminan kelangsungan bisnis. Satsuma Technology, sebuah perusahaan publik yang berbasis di Inggris, baru-baru ini malah mengumumkan rencana untuk menjual seluruh kepemilikan Bitcoin mereka dan menutup operasi perusahaannya sepenuhnya.
Bagi pihak Zhibao dan Joyertech, transaksi bernilai $220 juta ini juga belum benar-benar final. Seluruh proses kesepakatan masih sangat bergantung pada hasil uji tuntas, persetujuan resmi dari pihak bursa Nasdaq, kepatuhan terhadap regulasi, serta penandatanganan perjanjian definitif di akhir proses. Waktu enam bulan yang tersisa kini menjadi ujian pembuktian apakah tumpukan Bitcoin ini bisa menyelamatkan ZBAO di bursa saham, atau sekadar menjadi karcis keluar bagi para pemilik lamanya. Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




