Satu lagi tokoh pengawas pasar modal menyeberang ke industri kripto. Fireblocks menunjuk Elad Roisman - mantan Acting Chairman dan Komisioner SEC AS - sebagai Chief Regulatory and Policy Officer sekaligus General Counsel for Regulatory Affairs.
Roisman akan berkantor langsung di Washington D.C., memimpin strategi kebijakan serta mewakili perusahaan dalam perundingan bersama para pembuat aturan dan organisasi penetap standar industri. Sebelum menyeberang ke Fireblocks, ia memimpin praktik aset digital di firma hukum Cravath, Swaine & Moore.
Kapasitas Roisman teruji di tiga pilar utama pasar keuangan: Kongres AS melalui Senate Banking Committee, SEC, dan lantai bursa NYSE Euronext. Saat duduk di kursi SEC, ia memegang andil dalam lebih dari 100 pembuatan aturan baru dan terlibat dalam lebih dari 1.000 tindakan penegakan hukum. Ia juga pernah memberikan kesaksian di depan Kongres mengenai legislasi struktur pasar kripto AS.
Keputusan Fireblocks merekrut birokrat veteran ini punya landasan angka yang jelas.
Pertaruhan di Balik Angka 69 Persen
Langkah penunjukan ini terjadi di tengah lonjakan dominasi stablecoin. Pada kuartal kedua 2026, stablecoin mengambil porsi 69% dari total volume transaksi aset digital di platform Fireblocks, dengan USDC menempati posisi puncak sejak awal tahun.
Tokoh finansial institusional - mulai dari bank hingga manajer aset - kini semakin aktif membangun produk berbasis blockchain. Infrastruktur model baru ini menuntut pemahaman hukum lintas yurisdiksi yang rumit, wilayah di mana sosok pelobi sekelas Roisman memegang peran penentu.
📌 Baca JugaKeluarga Trump Kuasai 38% Bank Kripto Nasional Baru - dan Langkah Ini Langsung Picu RUU Anti-Korupsi
Kenapa Mereka Butuh Orang Dalam?
Kebutuhan akan navigasi hukum makin mendesak melihat melambatnya laju kerja para pembuat undang-undang. Rancangan Digital Asset Market Clarity Act sudah lolos dari DPR AS dengan perolehan 294 berbanding 134 suara pada Juli 2025. Perjalanan berlanjut saat Senate Banking Committee memajukannya lewat perbandingan 15-9 pada Mei 2026.
Namun sampai hari ini, regulasi itu masih terhenti. Aturan ini belum mendapat jadwal pemungutan suara di lantai utama Senat sebelum masa reses Agustus bergulir. Jeda panjang ini memaksa penyedia infrastruktur lapis bawah untuk tidak sekadar pasif menunggu, tapi ikut turun tangan mengamankan pijakan mereka.
Bagi perusahaan penyedia infrastruktur aset digital, bertaruh pada jadwal kerja regulator tak lagi rasional; mereka butuh figur yang dulu ikut merancang aturan itu berada di barisan mereka.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




