Otoritas moneter Hong Kong (HKMA) menaruh nilai 2,3 dari 10 untuk kesiapan bank di kotanya menghadapi ancaman komputer quantum. Skor rata-rata yang rendah ini terungkap lewat perilisan dokumen white paper khusus dan indikator Quantum Preparedness Index (QPI) pertama yang diterbitkan untuk sektor perbankan wilayah itu.
Survei HKMA menunjukkan sekitar separuh institusi yang mereka pantau belum memiliki rencana formal pasca-quantum sama sekali. Sebagai antisipasi, HKMA mendesak bank-bank memulai inventarisasi sistem mereka, menilai tingkat risiko, dan merancang migrasi keamanan jauh sebelum komputer quantum benar-benar tersedia di pasaran. Otoritas ini mematok target agar seluruh bank menyentuh skor QPI 10 alias kesiapan penuh pada tahun 2030.
Apa Risikonya bagi Tokenisasi Aset?
Ujian kesiapan ini datang persis ketika Hong Kong sedang gencar mendigitalisasi layanan finansial mereka. Sejak 2023, kota ini sudah meluncurkan tiga gelombang obligasi hijau yang ditokenisasi senilai HK$16,8 miliar, setara $2,1 miliar.
HKMA juga terus mengembangkan sistem simpanan berbentuk token dan jalur penyelesaian aset digital lewat Project Ensemble. Dorongan mengadopsi keamanan pasca-quantum menjadi kelanjutan tak terpisahkan dari strategi Fintech 2030 yang meluncur tahun 2025, yang memosisikan tokenisasi sebagai satu dari empat pilar strategis Hong Kong.
Tanpa pertahanan baru, sistem aset digital rawan diretas. Komputer quantum yang mampu menjalankan algoritma Shor punya daya komputasi menembus enkripsi RSA dan kriptografi kurva eliptik yang banyak dipakai bank saat ini. Kalau kriptografi andalan ini tembus, penyerang leluasa mendekripsi data rahasia atau memalsukan tanda tangan digital guna menyetujui transaksi sepihak.
Siapa yang Sudah Mulai Bersiap?
Meski rapor sektor perbankan tertinggal, beberapa institusi sudah mengambil langkah awal. HKMA mencatat setidaknya satu bank telah menyelesaikan proof of concept penerapan kriptografi pasca-quantum untuk mengamankan konektivitas sistem distributed ledger technology (DLT) mereka.
📌 Baca JugaX Money Buka Layanan Deposit 6% di AS - Ironisnya Tak Ada Satu pun Kripto di Dalamnya
Langkah pencegahan juga sudah dipraktikkan HSBC. Pada tahun 2024, bank ini menggunakan teknologi kebal quantum ketika memindahkan emas yang ditokenisasi melintasi jaringan buku besar terdistribusi antar-entitas.
Membangun benteng pelindung butuh lebih dari sekadar percontohan. Waktu menuju 2030 terus berdetak, dan institusi tak lagi punya kemewahan merancang pertahanan setelah serangan terjadi. Ekosistem perbankan harus sudah tahan banting jauh hari sebelum teknologi quantum jatuh ke pihak yang salah.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




