📅 Selasa, 4 Agustus 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Jim Cramer Jual Semua Bitcoin karena Takut Kuantum - Komunitas Kripto Malah Anggap Ini Sinyal Beli

Jim Cramer Jual Semua Bitcoin karena Takut Kuantum - Komunitas Kripto Malah Anggap Ini Sinyal Beli

Host Mad Money Jim Cramer mengumumkan rencana untuk menjual semua Bitcoin miliknya karena takut pada komputer kuantum. Keputusan ini muncul setelah wawancaranya pada 31 Juli dengan CEO IBM Arvind Krishna. Saat itu, Krishna memperingatkan komputasi kuantum bisa menembus kriptografi modern dalam 3-4 tahun ke depan dan menyarankan investor untuk “paranoid”.

Tapi pasar tidak ketakutan. Komunitas kripto justru merespons rencana Cramer ini sebagai sentimen positif. “Jim Cramer did it again. Bitcoin just received the strongest buy signal of 2026,” tulis seorang pengguna X bernama Alex. Saat ini Bitcoin tetap bertahan di angka $64.000, tak terpengaruh oleh insiden Coldcard, rentetan penjualan Strategy, maupun kenaikan imbal hasil obligasi.

Indikator Berlawanan yang Konsisten

Alasan komunitas kripto merayakan pengumuman Cramer berakar dari rekam jejak prediksinya. Pada Desember 2017, ia menyebut Bitcoin “monopoly money”. Tiga tahun kemudian pada September 2020, ia membelinya di harga $10.000, lalu menjualnya pada Juni 2021 dengan alasan larangan mining China. Lima bulan setelah ia keluar dari pasar, harga Bitcoin melompat ke $70.000 pada November 2021.

Pola tebakan meleset ini terus berlanjut ke siklus berikutnya. Pada Januari 2024, Cramer memperingatkan adanya “nasty selloff” setelah peluncuran ETF Bitcoin spot. Harga memang sempat menyentuh $40.000, namun segera reli menembus $70.000 pada bulan Maret. Di awal 2025, ia kembali berbalik arah dan menyebut Bitcoin sebagai aset yang bagus untuk portofolio, sebelum akhirnya berpandangan negatif lagi pada Juli 2026 dengan melabeli Bitcoin dan emas sebagai “bad money”.

Kegagalan analisanya melampaui batas ekosistem kripto. Prediksi terburuknya terjadi pada 8 Februari 2023, saat ia menyebut saham Silicon Valley Bank undervalued. Sebulan kemudian, bank itu kolaps dan mencatat rekor sebagai kegagalan bank terbesar kedua dalam sejarah Amerika Serikat pada waktu itu.

Misteri Dompet dan Strategi Inverse

Di tengah kehebohan rencana Cramer untuk keluar total dari Bitcoin pada Agustus 2026 ini, ada satu detail penting yang sering diabaikan: jumlah Bitcoin yang ia miliki tidak pernah diungkap. Tidak ada firma analitik yang bisa melacak wallet miliknya, sehingga mustahil untuk memverifikasi apakah ia benar-benar memegang koin atau sekadar melontarkan komentar.

Bhutan Putar Cadangan Bitcoin Nasional Lewat 3iQ - Walau Jejak $1 Miliar di Blockchain Masih Misteri📌 Baca JugaBhutan Putar Cadangan Bitcoin Nasional Lewat 3iQ - Walau Jejak $1 Miliar di Blockchain Masih Misteri

Meski begitu, analis dan komunitas terlanjur konsisten memakai strategi investasi “inverse Cramer trade”. Kepopuleran strategi berlawanan ini bahkan sempat memicu peluncuran ETF khusus bernama “Inverse Cramer Tracker” dengan kode SJIM pada tahun 2023. Produk yang dirancang untuk mengambil posisi short pada semua rekomendasinya ini akhirnya ditutup pada awal 2024 akibat gagal mengumpulkan cukup aset.

Bagi pengamat pasar kripto, kepanikan seputar ancaman kuantum kali ini tertutupi oleh siapa yang menyampaikannya. Ketika sosok dengan akurasi prediksi terbalik memilih untuk menjual kepemilikannya, pasar justru menangkapnya sebagai kepastian bahwa harga akan bergerak ke arah sebaliknya.

Dilansir dari CoinDesk.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share