Jaringan Bitcoin resmi terbelah menjadi dua pada akhir pekan lalu. Tepat di blok 961.632 pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sebuah pemisahan rantai terjadi saat Bitcoin Improvement Proposal 110 (BIP-110) masuk ke fase mandatory signaling. Proposal ini mengusung aturan spesifik: melarang total penyimpanan data non-finansial seperti gambar dan teks di dalam transaksi Bitcoin untuk masa satu tahun ke depan.
Namun laju rantai baru ini langsung mogok. Sementara rantai utama Bitcoin melenggang tanpa hambatan hingga menyentuh blok 961.721, rantai BIP-110 tertahan di blok 961.633. Per pukul 10:19 UTC di hari Minggu, 9 Agustus 2026, rantai minoritas ini sudah menghabiskan waktu 12 jam penuh tanpa mencetak satu pun blok baru. Jarak kedua jaringan kini melebar menjadi 88 blok.
Menabrak Dinding Tingkat Kesulitan
Mandeknya rantai BIP-110 berakar dari aturan matematis blockchain. Rantai baru ini mewarisi tingkat kesulitan penambangan penuh dari jaringan Bitcoin asli, tetapi harus memecahkannya dengan daya komputasi atau hashpower yang minim. Akibat ketimpangan ini, proses penemuan blok baru melar hingga memakan waktu berjam-jam.
Pekerjaan di dua blok pertama rantai BIP-110 diselesaikan oleh sebuah kelompok penambang pseudonim bernama Roughnecks. Kelompok ini memanfaatkan protokol penambangan Ocean DATUM untuk memproses transaksi. Minimnya daya komputasi di rantai baru ini berbanding lurus dengan minimnya dukungan sejak awal. Dari 2.016 blok sebelumnya, hanya ada 51 blok - setara 2,53% - yang memberi sinyal persetujuan. Angka ini berada jauh di bawah ambang batas 55% yang menjadi standar aktivasi normal sebuah proposal.
Kombinasi hashpower kecil dan tingkat kesulitan tinggi menciptakan siklus tunggu yang panjang. Berdasarkan estimasi kecepatan saat ini, rantai BIP-110 butuh waktu 350 hari hanya untuk merampungkan 2.016 blok menuju siklus penyesuaian tingkat kesulitan yang baru. Angka ini berbeda tajam dengan rantai utama Bitcoin yang mampu menyelesaikan rute yang sama dalam 14 hari. Di luar urusan teknis, proposal ini menghadapi tentangan terbuka dari bos MicroStrategy Michael Saylor dan CEO Blockstream Adam Back yang kompak menyatakan oposisi mereka terhadap BIP-110.
Ancaman Bagi Transaksi Koin Fork
Titik mula perpisahan jaringan ini terjadi ketika AntPool memproses blok non-signaling yang pertama. Jaringan utama menerima blok itu, tetapi jajaran node BIP-110 menolaknya. Jendela mandatory signaling ini sendiri masih memiliki ruang tempuh karena akan terus berlangsung sampai menyentuh blok 963.647.
📌 Baca JugaBIP-110 Masuk Fase Wajib dengan Dukungan Miner 2,5% - Dan Menjual Koin Fork Bisa Kuras BTC Asli Anda
Di balik kebuntuan penambang, ada bahaya nyata bagi para pengguna. Karena dua rantai ini masih menerima format transaksi yang sama, menjual atau memindahkan koin fork baru membawa risiko terjadinya replay attack. Sebuah transaksi keluar di rantai BIP-110 dapat ditiru dan dijalankan ulang di rantai utama. Niat menjual koin baru justru berisiko membocorkan aset BTC asli milik pengguna.
Tersendatnya rantai minoritas ini menjadi bukti batas kemampuan ide mengubah jaringan tanpa sokongan daya komputasi nyata di belakangnya. Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




