Konsorsium perbankan Eropa Qivalis resmi memperoleh izin Electronic Money Institution (EMI) dari bank sentral Belanda, De Nederlandsche Bank (DNB). Keputusan regulator ini memberi hak kepada Qivalis untuk menerbitkan token uang elektronik berdenominasi euro, sekaligus menempatkan seluruh operasionalnya di bawah pengawasan regulasi berkelanjutan dari bank sentral Belanda.
Persetujuan lisensi dari bank sentral Belanda ini menuntaskan rintangan regulasi kunci bagi Qivalis untuk menerbitkan stablecoin euro di bawah kepatuhan regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA). Keputusan ini menandai langkah awal kepatuhan menyeluruh sebelum token baru itu diedarkan ke ekosistem aset digital.
Syarat Teknis Sebelum Token Meluncur
Qivalis merencanakan peluncuran dan penerbitan stablecoin euro dalam beberapa bulan mendatang. Sebelum proses distribusi berjalan, konsorsium masih harus menunggu pemenuhan persyaratan teknis MiCA lanjutan dan publikasi white paper resmi yang memuat rincian operasional instrumen baru ini.
Jaringan perbankan luas menjadi pilar utama konsorsium. Setelah menambahkan 25 bank baru dari 15 negara pada Mei lalu, total lembaga keuangan yang menjadi pendukung Qivalis kini mencapai 37 institusi. Skala kemitraan lintas negara ini dipersiapkan untuk menopang infrastruktur perbankan saat stablecoin euro mulai diperkenalkan ke pasar.
Menantang Dominasi 60 Persen Tether
Langkah konsorsium 37 bank ini bertujuan menghadirkan stablecoin berdenominasi euro di tengah pasar stablecoin global senilai $303 miliar yang selama ini didominasi token dolar AS. Dominasi dolar terlihat nyata dari posisi Tether (USDT), yang memimpin pasar dengan kapitalisasi $183 miliar dan menguasai lebih dari 60% pangsa pasar stablecoin dunia.
Kesenjangan pasar inilah yang memicu desakan dari pihak konsorsium. CEO Qivalis Jan-Oliver Sell menegaskan bahwa Eropa harus memiliki aset penyelesaian transaksi on-chain berdenominasi euro yang diatur di bawah hukum dan standar regulasi Eropa. Menurutnya, ketergantungan pada mata uang asing di sektor blockchain perlu diimbangi dengan instrumen resmi yang tunduk pada pengawasan kawasan sendiri.
Ujian Likuiditas di Luar Kertas Regulasi
Bagi ekosistem kripto di Eropa, izin dari DNB membuktikan bahwa kerangka hukum MiCA mulai direspons oleh institusi perbankan. Namun, memenuhi standar izin dari regulator baru separuh dari perjalanan. Ujian sesungguhnya bagi konsorsium 37 bank ini terletak pada penerimaan pasar: apakah para pedagang dan pengguna on-chain bersedia mengalihkan likuiditas transaksi mereka ke stablecoin euro, atau tetap bertahan pada likuiditas dolar yang sudah mengakar kuat.
๐ Baca JugaWells Fargo Kelola Aset $1,9 Triliun - Sang CEO Kini Siapkan Bank Masuk Jalur Stablecoin
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Standard Chartered Simpan RLUSD Ripple di Dubai - Siapkan Skema Trading Tanpa Pindah Aset ke Bursa
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




