๐Ÿ“… Rabu, 14 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Inflasi AS September Tembus 3,7% Lampaui Konsensus - Peluang Kenaikan Bunga The Fed Kembali Bikin Bitcoin Tertekan

Inflasi AS September Tembus 3,7% Lampaui Konsensus - Peluang Kenaikan Bunga The Fed Kembali Bikin Bitcoin Tertekan

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) merilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) September 2026 yang naik 0,6% dibanding bulan sebelumnya (MoM), lebih cepat dari kenaikan 0,4% pada Agustus. Dalam basis tahunan (YoY), inflasi AS kini mencapai 3,7%, melampaui angka 3,4% pada Agustus sekaligus berada di atas konsensus ekonom sebesar 3,6%. Angka ini memperbarui proyeksi penyedia data Truflation yang sebelumnya memperkirakan inflasi di level 3,6%.

Laju harga yang melampaui estimasi konsensus langsung memicu aksi jual di berbagai pasar, mulai dari surat utang hingga aset kripto.

Inflasi Inti Bergerak di Atas Estimasi

Tekanan harga tidak hanya bersumber dari kelompok barang umum. Indikator core CPI - yang mengukur inflasi inti tanpa memperhitungkan sektor makanan dan energi - naik 0,3% MoM. Laju bulanan ini setara dengan catatan Agustus, tetapi berada di atas ekspektasi konsensus ekonom sebesar 0,2%.

Dalam skala tahunan, core CPI naik ke level 2,6%, lebih tinggi dibandingkan 2,4% pada bulan sebelumnya dan melampaui estimasi 2,5%. Kenaikan pada kedua kelompok data inflasi ini memperlihatkan bahwa tekanan harga di Amerika Serikat masih bertahan di sektor inti, bukan sekadar dipicu fluktuasi sesaat pada harga komoditas pangan atau minyak.

Yield Obligasi Melonjak, Saham dan Emas Terkoreksi

Pasar obligasi pemerintah AS langsung tertekan setelah data BLS dirilis. Yield obligasi Treasury tenor 10-tahun melonjak 9,3 basis poin menjadi 5,308%, sementara yield tenor 2-tahun melesat 13,1 basis poin ke posisi 4,924%. Lonjakan imbal hasil surat utang negara ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar bahwa pengetatan moneter belum akan berakhir.

Koreksi merembet cepat ke bursa saham dan pasar komoditas. Kontrak berjangka indeks Nasdaq 100 turun 0,65%, sedangkan indeks berjangka S&P 500 terkoreksi 0,3%. Emas yang biasa menjadi aset lindung nilai terhadap inflasi ikut tergelincir tajam 1,5% ke level $4.116 per ons di tengah lonjakan imbal hasil dolar AS.

Apa Artinya bagi Pemegang Bitcoin?

Bagi pasar kripto, data inflasi September ini mengubah kembali perhitungan kebijakan moneter. Angka yang berada di atas ekspektasi membuka peluang bagi bank sentral AS, The Fed, untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan akhir Oktober atau awal Desember 2026.

KOSPI Korsel Crash 6% Seret Bitcoin ke Bawah $82.000 - $120 Juta Posisi Long Lenyap 15 Menit๐Ÿ“Œ Baca JugaKOSPI Korsel Crash 6% Seret Bitcoin ke Bawah $82.000 - $120 Juta Posisi Long Lenyap 15 Menit

Harga Bitcoin langsung tertekan turun tajam menyusul lonjakan yield obligasi dan kekhawatiran berlanjutnya pengetatan likuiditas global. Kenaikan imbal hasil obligasi membuat aset bebas risiko kian menarik, sehingga modal menjauh dari instrumen berisiko tinggi. Bagi investor kripto, sinyal dari Washington ini menjadi pengingat nyata bahwa pergerakan aset digital masih terikat kuat pada arah suku bunga The Fed.

Dilansir dari CoinDesk.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula

Sebelumnya: Inflasi AS September Diproyeksi Naik ke 3,6% - Inflow ETF Bitcoin Susut ke $241 Juta Jelang Rapat Fed


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share