Chainalysis Government Solutions resmi menggugat pemerintah Amerika Serikat di Court of Federal Claims pada 27 Juli 2026. Perusahaan analitik blockchain ini memperkarakan kontrak senilai $94,66 juta dari badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) yang diberikan langsung ke tangan pesaing mereka, TRM Labs.
Kontrak bernomor 70CMSD26C00000005 itu mulai berlaku pada 1 Juli 2026 dan dirancang berjalan hingga 30 Juni 2027. Pekerjaan utamanya adalah memberikan dukungan analitik bagi Homeland Security Task Force National Coordination Center Cyber Disruption Center. Ruang lingkup tugas dari ICE ini membentang melampaui sekadar lisensi perangkat lunak biasa. Layanannya wajib mencakup pelacakan transaksi kripto, analitik blockchain, intelijen open-source, pemulihan aset sitaan, hingga pemetaan jaringan kriminal.
Kenapa Memilih Jalur Tanpa Lelang
Akar perseteruan dari kasus ini bermula dari proses pengadaan pemerintah yang diputuskan sebagai penunjukan langsung atau sole-source. Proyek bernilai puluhan juta dolar ini sama sekali tidak melewati proses lelang kompetitif yang lazimnya terbuka. Pihak ICE sendiri baru mengumumkan niat pengadaan penunjukan tunggal ini pada bulan Juni. Mereka hanya memberi batas waktu hingga 11 Juni bagi perusahaan lain yang berminat untuk menyetorkan lembar pernyataan kemampuan mereka ke meja pemerintah.
Pada penghujung tenggat waktu, lembaga ICE hanya menerima satu penawaran resmi. TRM Labs yang keluar sebagai penerima kontrak ini tentu menolak mundur melihat posisi mereka digugat. Perusahaan intelijen ini memutuskan ikut mengambil bagian mengintervensi jalannya kasus bernomor 26-1067C dan memilih berpihak di sisi pemerintah AS untuk mempertahankan kontrak mereka.
Sampai saat persidangan bergulir, seluruh berkas dokumen gugatan utama dari kubu Chainalysis masih ditahan dan berstatus disegel oleh pihak pengadilan. Status ini membuat argumen spesifik dari pihak penggugat tentang posisi ICE belum bisa diverifikasi oleh publik.
Hakim Kebut Jadwal ke Awal September
Hakim Stephen S. Schwartz yang ditunjuk memegang kendali perkara di Court of Federal Claims menetapkan jadwal persidangan yang berjalan sangat cepat. Tenggat waktu pengumpulan dokumen mosi dari pihak Chainalysis dipatok jatuh tempo pada 11 Agustus. Pihak pemerintah bersama TRM Labs diberi waktu hingga 21 Agustus untuk menyusun balasan lewat mosi silang. Sanggahan akhir dari kubu Chainalysis kemudian harus masuk paling lambat pada 26 Agustus.
๐ Baca JugaTrezor dan SafePal Kebobolan Data 54.000 Pengguna - Aset Kripto Aman, Tapi 30 Situs Phishing Langsung Mengintai
Puncak pertarungan berkas ini bermuara pada argumen lisan yang dijadwalkan berlangsung pada 2 September pukul 10:00 EDT di ruang sidang Washington DC. Ritme peradilan dipaksa berjalan secepat ini karena pihak pemerintah AS sendiri yang meminta agar majelis hakim menjatuhkan putusan akhir sebelum 10 September.
Gugatan kontrak ini meletakkan dua penyedia layanan intelijen blockchain terbesar di AS ke dalam persaingan terbuka demi menguasai program penegakan hukum federal. Bagi pengamat industri, pertikaian ini memperlihatkan fakta baru: setiap jejak transaksi on-chain kini menjadi komoditas mahal bagi siapa saja yang memegang alat lacaknya.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




