Korea Utara dilaporkan menangkap sebuah cincin peretas bank yang terkait kripto. Aktor di balik pembobolan ini bukanlah musuh luar, melainkan peretas yang tadinya bekerja untuk negara itu sendiri. Kelompok ini berbalik arah membobol dua bank milik pemerintah Korea Utara dan mencuci uang hasilnya lewat jalur kripto China. Kabar ini bersumber dari cuitan akun @Cointelegraph di X yang meraup 82 suka dan 10 unggah ulang, mengutip laporan media hari ini.
Kejadian ini merupakan sesuatu yang langka. Biasanya, Korea Utara memakai peretas untuk melancarkan serangan siber ke luar negeri. Lazarus Group, misalnya, terkenal mencuri miliaran dolar dari berbagai protokol kripto global. Kini, negara itu justru merasakan retasan di wilayahnya sendiri.
Celah Pengkhianatan Operatif Internal
Kasus ini menunjukkan bahwa aktor siber yang didukung negara sekalipun tetap rentan terhadap serangan internal. Pengkhianatan oleh operatif sendiri menjadi risiko nyata ketika agen yang dilatih untuk meretas sistem asing memilih mengincar rumah mereka. Setelah membobol dua bank milik pemerintah, kelompok ini memanfaatkan kripto China untuk mencuci dana curian.
Penangkapan cincin peretas ini juga terjadi pada momen yang sarat pengawasan. Langkah Korea Utara menindak agennya berbarengan dengan tekanan internasional yang terus meningkat terhadap aktivitas siber mereka. Saat otoritas global berupaya menangkal operasi siber negara itu, sistem keuangan internal mereka justru jebol dari dalam.
Bumerang Hasil Retasan Tiga Miliar Dolar
Skala operasi siber Korea Utara tergambar dari catatan dunia. Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan negara itu telah mencuri lebih dari $3 miliar dari ekosistem kripto global sejak tahun 2017. Eksploitasi semacam ini telah lama menjadi salah satu jalur utama pendapatan mereka.
📌 Baca JugaKorea Utara Tangkap Bekas Peretas Negaranya Sendiri - Bobol Dua Bank Pemerintah dan Cuci Uangnya Lewat Kripto China
Namun, pembobolan dua bank negara ini memberikan satu pelajaran tajam bagi operasi yang diamanatkan pemerintah. Ketika sebuah negara membangun pasukan peretas untuk menjarah dunia, mereka harus siap berhadapan dengan kenyataan bahwa keahlian membobol sistem tidak menjamin kesetiaan abadi.
Dilansir dari @Cointelegraph di X.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




