Tether membukukan laba operasional sebesar $1,5 miliar pada kuartal ketiga 2026. Hasil ini beriringan dengan lonjakan cadangan kas berlebih atau excess reserves yang naik hampir dua kali lipat menjadi $7,95 miliar, mendekati batas $8 miliar. Angka cadangan kas berlebih itu tercantum dalam laporan atestasi terbaru yang disusun oleh kantor akuntan independen BDO.
Selain cadangan kas berlebih, Tether mencatat kepemilikan aset kripto langsung pada pembukuannya. Portofolio cadangan Bitcoin milik Tether tercatat bernilai $8,37 miliar pada penutupan bulan September. Nilai simpanan Bitcoin ini melengkapi cadangan kas berlebih BDO dalam susunan aset yang dilaporkan perusahaan.
Kepemilikan Surat Utang AS yang Menyaingi Negara Berdaulat
Sebagian besar penempatan dana Tether berada pada instrumen keuangan konvensional. Eksposur kepemilikan surat utang pemerintah Amerika Serikat milik Tether kini sebanding dengan kepemilikan negara berdaulat. Data Departemen Keuangan AS per Agustus mencatat kepemilikan surat utang Tether telah melampaui portofolio Uni Emirat Arab sebesar $116,1 miliar dan mendekati angka milik Korea Selatan yang berada di level $134,2 miliar.
Dominasi modal ini juga tecermin langsung pada pangsa pasar token terbitannya. Berdasarkan data DefiLlama, kapitalisasi pasar USDT saat ini menguasai sekitar 60% dari keseluruhan sektor stablecoin global yang bernilai $297,3 miliar. Angka tersebut menempatkan USDT sebagai pemegang pangsa pasar terbesar di sektor mata uang stabil dunia.
700 Juta Pengguna dan Dokumen Audit yang Belum Terbuka
Pertumbuhan basis pengguna juga mencetak rekor baru di berbagai kawasan. Melalui unggahan di platform X, CEO Tether Paolo Ardoino mengumumkan bahwa basis pengguna USDT telah resmi melampaui 700 juta orang di seluruh dunia. Ardoino menambahkan bahwa laju adopsi paling pesat berpusat di pasar negara-negara berkembang.
Di balik angka pertumbuhan modal dan pemakai, keterbukaan laporan keuangan Tether masih menyisakan catatan yang belum terbuka penuh. Pada Agustus 2026, Tether telah merampungkan audit laporan keuangan independen penuh perdananya bersama kantor akuntan KPMG US. Kendati demikian, rincian dokumen audit independen perdana itu hingga kini belum dipublikasikan terbuka kepada publik.
Bagi 700 juta pengguna USDT di pasar negara berkembang, perpaduan laba operasional $1,5 miliar, cadangan kas berlebih $7,95 miliar, dan kepemilikan Bitcoin $8,37 miliar memberi gambaran atas ketersediaan aset cadangan perusahaan. Namun selama rincian laporan audit KPMG US belum dibuka, publik dan pemegang token tetap mengandalkan laporan atestasi berkala BDO sebagai rujukan utama untuk memantau kondisi keuangan penerbit stablecoin ini.
๐ Baca JugaAnchorpoint Bawa Stablecoin Dolar Hong Kong ke Solana - Buka Akses Ritel dari Jalur Tertutup Institusi
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Peer Buka Jalur USDC Pakai Yuan - Alipay Langsung Bantah Kemitraan dan Tegaskan Tolak Kripto
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




