Para trader yang bertaruh harga akan turun baru saja menerima pelajaran mahal. Bitcoin melonjak 11,4% dan menyentuh angka $72.490 pada 20 Agustus 2026, rekor tertingginya dalam beberapa bulan belakangan. Kenaikan mendadak ini dipicu oleh tiga faktor besar yang datang bersamaan, memaksa pasar menyesuaikan arah dengan cepat.
Pemicu pertama datang dari pengumuman Departemen Keuangan Amerika Serikat yang menggandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang mereka. Angkanya dinaikkan dari $2 miliar menjadi minimal $4 miliar untuk tiap operasi yang dijadwalkan antara 9 September hingga 4 November 2026. Keputusan ini langsung menekan imbal hasil obligasi AS jangka panjang ke bawah dan melemahkan nilai dolar. Imbasnya, seluruh aset berisiko mendapat ruang untuk bergerak naik luas.
Menanggapi pergeseran makro itu, CEO Tether Paolo Ardoino memberikan pandangannya. “Bitcoin + Emas = lindung nilai terhadap bencana,” tulisnya.
Tiga Dorongan Kuat Pembalik Arah
Suntikan tenaga kedua datang dari institusi. Produk ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus masuk bersih $517 juta hanya pada 19 Agustus. Angka satu hari ini langsung mengerdilkan total aliran masuk sepanjang bulan Juli yang hanya berkisar $172 juta, sekaligus menjadi rekor harian terbesar sejak awal Mei.
Kombinasi sentimen makro dan masuknya uang institusi itu menjadi bahan bakar untuk pemicu ketiga: likuidasi berantai. Ketika harga BTC menembus level $69.000, posisi short senilai lebih dari $1 miliar terhapus paksa hanya dalam waktu satu jam. Dalam rentang 24 jam penuh, total posisi short yang terlikuidasi mencapai angka $3,1 miliar.
Di atas grafik, Bitcoin kini menembus indikator pergerakan rata-rata 200 hari (200-day SMA) yang berada di kisaran $69.010, serta indikator 200-day EMA untuk pertama kalinya sejak harga jatuh tajam bulan Juni lalu. Tren pada kerangka waktu empat jam juga beralih positif (Supertrend flip), dengan titik pantul dinamis pertama berada di $67.752. Tekanan beli dari para pelaku pasar terlihat kuat mendampingi penembusan ini, ditunjukkan oleh angka Chaikin Money Flow yang naik ke +0,28.
Mengapa Analis Memilih Menunggu
Meski tren hariannya membaik, sejumlah analis mengingatkan agar tidak terburu-buru masuk. Indikator momentum RSI harian telah melompat ke 78,7, masuk ke area jenuh beli yang berada di atas 70. Kondisi ini sering menjadi sinyal awal datangnya konsolidasi atau tarikan balik arah (pullback) dalam waktu dekat.
๐ Baca JugaH100 Telan Rugi $26 Juta Imbas Koreksi Kripto - Namun Nekat Borong Aset Demi Urutan Dua Eropa
Analis kripto Lennart Snyder memilih sikap menunggu. Ia menilai Bitcoin masih berada di bawah garis resistensi penting, sehingga lebih aman menahan diri sebelum membuka posisi perdagangan baru. Pandangan serupa disuarakan analis Daan Crypto Trades yang menyebut posisi BTC saat ini berada di tengah rentang $60.000 hingga $80.000, dengan volatilitas harian yang diperkirakan masih akan tetap tinggi.
Ada satu batas harga lagi yang harus direbut untuk memastikan tren turun benar-benar berakhir. Data dari Glassnode menunjukkan modal rata-rata investor jangka pendek saat ini berada di kisaran $72.200. Mempertahankan pijakan di atas zona kritis inilah yang akan menjadi penentu konfirmasi pembalikan arah harga (reversal). Bagi pembeli ritel, kehati-hatian mengukur titik masuk di tengah lonjakan tetap lebih menguntungkan ketimbang sekadar mengejar gelombang hijau.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




