Poolin bersama dua anak perusahaannya, Lonestar Dream Inc. dan Lonestar Taproot LLC, mendaftarkan kebangkrutan Chapter 11 di Pengadilan AS Distrik New Jersey pada 22 Juli 2026. Mereka datang membawa total kewajiban prapailit sebesar $173,1 juta.
Mayoritas beban utang itu berasal dari masalah lama. Dari total kewajiban, $163,7 juta merupakan surat utang IOU tak terjamin yang diterbitkan untuk sekitar 11.700 pengguna Poolin Wallet. Nasabah-nasabah ini memiliki saldo di atas $100 ketika platform menangguhkan penarikan mendadak saat pasar kripto runtuh pada 2022 lalu.
Nasib Poolin berbalik tajam dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan yang didirikan pada 2017 oleh Zhibao Pan, Fa Zhu, dan Tianzhao Li ini sempat memegang gelar pool penambangan Bitcoin terbesar di dunia pada September 2019. Kini, mereka melorot ke peringkat 17 dengan pangsa hashrate tersisa hanya 0,2%. Rentetan masalah bermula dari larangan penambangan di China pada 2021, yang kemudian diperparah oleh anjloknya harga kripto pada 2022. Dua peristiwa ini menjadi tekanan ganda bagi roda bisnis mereka.
Kerugian Menumpuk di Amerika Serikat
Tanda-tanda kejatuhan sudah terlihat jelas sejak akhir 2022. Antalpha Technologies melikuidasi agunan Poolin pada November 2022 ketika manajemen memperkirakan utang mencapai $260 juta berbanding aset $265 juta. Kondisi dua anak usahanya di Amerika Serikat juga terus memburuk seiring berjalannya waktu. Lonestar Dream dan Lonestar Taproot menumpuk akumulasi kerugian sebesar $45,9 juta sejak pertama kali dibentuk.
Operasi penambangan di fasilitas Pyote dan Tarbush, Texas Barat, akhirnya dihentikan pada 10 Juli 2026. Fasilitas yang dulunya bising oleh mesin penambang itu kini dibiarkan sepi, hanya dijaga oleh staf kecil untuk mengurus pengamanan aset. Langkah ini mengawali proses likuidasi infrastruktur fisik mereka di Texas.
Membidik Uang dari Industri Komputasi
Fokus Poolin bergeser ke upaya penjualan aset senilai $52 juta. Kesepakatan awal alias stalking-horse bid sudah ditandatangani dengan entitas bernama Thor CALAP LLC, yang membagi angka pembelian menjadi $15 juta untuk fasilitas Pyote dan $37 juta untuk fasilitas Tarbush.
📌 Baca JugaDiancam Nasdaq Karena Saham $0,22, Perusahaan Asuransi China Ini Jual Kendali Demi 3.500 Bitcoin
Proses pemasaran aset ini memakan waktu tiga bulan dan membidik pembeli dari luar industri kripto. Lebih dari 335 calon pembeli dihubungi, mencakup operator komputasi berkinerja tinggi (HPC) untuk kecerdasan buatan (AI), pusat data skala besar, perusahaan ekuitas swasta (PE), hingga perusahaan investasi real estat (REIT). Deretan peminat ini membuktikan bahwa infrastruktur listrik eks-penambang kripto di Texas memiliki daya tarik kuat bagi industri AI.
Pengadilan menetapkan tenggat waktu penawaran lelang aset ini hingga 8 September, dan setiap fasilitas bisa dijual terpisah jika ada tawaran lebih baik. Bagi belasan ribu nasabah Poolin Wallet yang masih memegang kertas utang IOU sejak 2022, proses lelang di Texas ini menjadi penentu apakah uang mereka bisa ditarik kembali atau hilang selamanya.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




