Dompet digital pelaku peretasan Drift Protocol hidup kembali setelah tiga bulan tertidur. Antara 23 dan 24 Juli 2026, pelaku memindahkan 23.095,1 ETH senilai $44,4 juta ke layanan pencampur transaksi Tornado Cash. Gerakan ini menandai babak baru dari pencurian kripto bulan April lalu yang merugikan protokol hampir tiga ratus juta dolar.
Data pelacak on-chain Onchain Lens memperlihatkan pola pencucian yang konstan. Alamat berlabel “Drift Exploiter 4” memproses ratusan transaksi dengan menyetor kepingan 100 ETH, 10 ETH, dan 1 ETH ke router Tornado Cash. Pada setoran 100 ETH, eksekusi bahkan dilakukan beberapa kali dalam hitungan menit untuk memecah jejak. Pelaku juga mengirim 0,85 ETH ke alamat deposit Bybit dalam empat transfer terpisah.
Meski puluhan juta dolar mulai keluar, pelaku masih menyimpan sisa jarahan utamanya. Tersisa 107.165 ETH bernilai sekitar $201 juta yang sama sekali belum disentuh di dompet aslinya.
Detektif Utama Tinggalkan Kasus
Saat aliran uang mulai bergerak di jaringan Ethereum, detektif kripto ZachXBT justru mengambil langkah mundur. Ia mengumumkan berhenti melacak alur uang eksploitasi Drift dengan alasan tugas ini mustahil dikerjakan perseorangan tanpa dukungan tingkat institusi. Hingga hari ini, pihak Drift tidak tercatat sebagai klien atau donor bagi operasi ZachXBT.
Di waktu bersamaan, ZachXBT melontarkan kritik pada penerbit stablecoin Circle. Ia menyoroti aliran dana $232 juta USDC hasil curian yang lewat mulus melintasi infrastruktur lintas-rantai Circle, sebelum peretas menukarnya menjadi ETH.
Serangan bulan April itu sendiri tidak mengeksploitasi cacat di smart contract, tapi memakai rekayasa sosial untuk menembus akses operasional. Peretas cuma butuh 12 menit guna menyedot aset $295,7 juta dalam bentuk USDC, JLP, SOL, WETH, dan aset terkait Bitcoin. Analisis Mandiant dari Google memastikan dalang di baliknya adalah kelompok peretas asal Korea Utara bersandi UNC6862.
📌 Baca JugaLien Finance Dibobol 542 Ribu USDC - Modusnya Cuma Mengulang ID Obligasi Bodong Tanpa Agunan
Rencana Kompensasi Masih Samar
Upaya penanganan pasca-insiden terus berjalan, walau rinciannya belum terang bagi publik. Tether sebelumnya menawarkan dana dukungan hingga $127,5 juta untuk menalangi kerugian korban, disusul niat Drift menerbitkan token pemulihan.
Tepat pada 16 April, Drift sempat melempar wacana sayembara penangkapan peretas yang didukung Arkham dan Bybit. Namun sampai peretas leluasa mencuci uang mereka lewat Tornado Cash hari ini, kepastian pelaksanaan akhir sayembara itu tak kunjung jelas.
Mundurnya pelacak pihak ketiga seperti ZachXBT jadi pengingat pahit bagi para korban: melacak uang yang sudah di tangan peretas negara jelas butuh tenaga intelijen asli, bukan sekadar pengamatan mandiri di media sosial.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




