Kelompok peretas yang disponsori oleh negara Korea Utara, BlueNoroff atau APT38, melancarkan kampanye rekayasa sosial terhadap para profesional kripto. Mereka beroperasi di bawah Reconnaissance General Bureau. Modus utama mereka adalah membajak akun Telegram milik kontak tepercaya, lalu mengundang korban ke rapat Zoom atau Microsoft Teams palsu. Pada Juli 2026, firma keamanan siber JUMPSEC mendapatkan kode sumber dari perangkat phishing aktif milik BlueNoroff ini - platform yang dibangun khusus untuk mengakuisisi korban dengan menyalahgunakan daftar kontak Telegram yang sudah dibobol.
Taktik ini bukan sekadar penipuan visual, melainkan invasi terstruktur langsung ke dompet pengguna.
Video AI dan Pembaruan Palsu
Google Mandiant mendokumentasikan rincian insiden serupa pada Februari lalu. Korban menerima pesan dari akun Telegram eksekutif kripto yang sudah diretas, lalu diarahkan ke domain Zoom tiruan. Di situs itu, korban melihat tayangan video buatan kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan eksekutif lain agar rapat terlihat meyakinkan. Saat rapat berjalan, antarmuka situs meminta akses webcam. Tiba-tiba muncul peringatan masalah audio palsu yang mendesak pengguna mengunduh pembaruan perangkat lunak. File ini menyisipkan perintah berbahaya ke clipboard sistem menggunakan metode ClickFix.
Apa yang Terjadi di Latar Belakang?
Perangkat phishing ini aktif memindai ekstensi dompet kripto di browser korban sebelum mengirimkan malware pembuka jalan, memastikan target mereka bernilai tinggi. Pada sistem Windows, skrip PowerShell dan VBScript langsung mematikan pertahanan keamanan, memulai pengintaian, dan membangun akses lanjutan. Di perangkat macOS, skrip shell bersama muatan Mach-O bertugas merampas kredensial masuk serta mengumpulkan data sensitif.
Security Alliance telah memblokir 164 domain yang terhubung dengan operasi UNC1069 ini antara Februari hingga April 2026. Walau begitu, infrastruktur peretasan ini tercatat masih aktif beroperasi hingga akhir Juli.
📌 Baca JugaPeretas Dompet Coldcard $130 Juta Kembali Bergerak - 30 BTC Pindah Saat Data Pelanggan Ditahan
Jangan Percaya Layar Anda
Biro Investigasi Federal (FBI) memperingatkan publik untuk mewaspadai segala permintaan mengeksekusi kode atau menginstal aplikasi asing. Permintaan menjalankan skrip dengan dalih memperbaiki video yang rusak, atau ajakan pindah dari Telegram ke platform lain, menjadi sinyal bahaya utama. Perlindungan terbaik adalah memverifikasi identitas rekan kerja melalui saluran independen yang berbeda. Bagi pemegang aset kripto, aturannya tetap mutlak: jangan pernah menyimpan seed phrase atau private key di perangkat yang terhubung ke internet.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




