Firma keamanan blockchain CertiK baru saja melaporkan insiden eksploitasi pada Hyperbridge, sebuah protokol jembatan lintas-rantai yang beroperasi di ekosistem Polkadot. Seorang penyerang memanfaatkan celah pada sistem keamanan jembatan dan mencetak 1 miliar token DOT palsu. Laporan pada 26 Juli 2026 ini mengonfirmasi adanya kerentanan pada mekanisme kontrak pintar, yang memungkinkan peretas membanjiri sistem protokol dengan aset buatan tanpa dasar cadangan riil.
Kejadian pembobolan di Hyperbridge merupakan insiden eksploitasi kedua yang menimpa jembatan lintas-rantai dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Kasus ini terpisah dari peretasan AFX Trader yang juga muncul ke publik pada hari yang sama. Tumbangnya dua infrastruktur pada hari ini mempertegas kerentanan serius yang masih membayangi teknologi interoperabilitas antar-blockchain.
Angka Cetakan Berbeda dengan Uang Keluar
Meski jumlah token palsu yang dicetak menembus angka 1 miliar DOT, kerugian riil yang dialami Hyperbridge belum dipastikan. Tindakan mencetak miliaran token palsu lewat celah keamanan tidak otomatis menjamin penyerang bisa mencairkan seluruh jumlah itu menjadi uang fiat atau aset kripto lainnya. Penentu utamanya terletak pada likuiditas protokol itu sendiri.
Peretas hanya bisa menarik dana riil sebanyak ketersediaan aset asli yang sedang terkunci di dalam kumpulan likuiditas jembatan. Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai berapa banyak nilai riil yang benar-benar dikuras oleh penyerang sebelum celah pencetakan ini ditutup. Token DOT palsu yang jumlahnya melebihi likuiditas asli pada akhirnya hanya akan menjadi angka kosong tanpa nilai jual.
Jalur Pelarian Serangan Sebelumnya
Eksploitasi Hyperbridge terjadi pada momen yang berdekatan dengan aksi peretas lain di protokol AFX Trader. Dalam kasus AFX Trader, penyerang membobol pertahanan jembatan lintas-rantai dengan nilai kerugian mencapai $24 juta. Peretas AFX ini memindahkan 655,4 ETH hasil curian mereka menyeberang langsung ke jaringan Bitcoin dengan memanfaatkan jalur THORChain.
📌 Baca JugaBinance Retas Karyawannya Sendiri Tiap Bulan - Sering Gagal Bisa Berujung Pemecatan
Dua insiden peretasan protokol jembatan dalam satu hari mengirimkan sinyal bahaya tentang tingkat keamanan infrastruktur kripto saat ini. Jembatan interoperabilitas bertugas mengikat aset antar-jaringan berbeda, sehingga selalu menjadi sasaran peretasan. Bagi pengguna harian yang memindahkan aset lintas-rantai, rentetan insiden ini mengingatkan bahwa keamanan protokol penghubung masih memiliki titik lemah fatal saat diuji oleh peretas di lapangan.
Dilansir dari CoinMarketCap.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




