Presiden Vladimir Putin resmi menandatangani Undang-Undang Nomor 1194918-8 yang bertajuk ‘On Digital Currencies and Digital Rights’. Regulasi yang disahkan oleh parlemen State Duma pasca pembacaan final pada akhir Juli 2026 ini langsung mematok angka batas bagi pelaku pasar ritel. Setiap investor ritel Rusia kini hanya diizinkan membeli aset kripto dengan kuota maksimal 300.000 rubel per tahun untuk setiap entitas perantara investasi. Nominal ini setara dengan $3.700 atau sekitar Rp55 juta.
Langkah pengesahan ini menjadikan beleid ini sebagai salah satu kerangka regulasi kripto terlengkap yang pernah diterbitkan oleh Rusia. Seluruh peserta di dalam ekosistem pasar aset digital, yang mencakup bursa pertukaran, pialang broker, kustodian, hingga para penyedia layanan kripto lainnya, kini diwajibkan beroperasi di bawah landasan hukum yang sama.
Status Terakreditasi Membuka Jalur Berbeda
Di balik pembatasan ketat untuk para pemodal kecil, undang-undang ini menciptakan jalur perlakuan yang sepenuhnya berbeda bagi pemodal besar. Investor yang memegang status qualified atau berlisensi terakreditasi dibebaskan dari kewajiban mengikuti plafon 300.000 rubel per tahun. Mereka mengantongi kebebasan penuh untuk membeli aset kripto jenis apa pun tanpa terikat batasan nilai transaksi.
Untuk mengawal sistem dua kelas ini, Bank Rusia mengambil alih kendali penuh. Bank Sentral resmi ditunjuk sebagai regulator tunggal yang memegang wewenang untuk mengeluarkan aturan main turunan. Lembaga ini juga bertugas menyeleksi dan menentukan daftar aset kripto apa saja yang memenuhi syarat untuk ditawarkan kepada warga Rusia.
Larangan Pembayaran Barang Tetap Berlaku
Meski negara mulai memberikan legitimasi hukum bagi infrastruktur bursa dan kustodian kripto, posisi koin digital di dalam perputaran ekonomi harian Rusia tidak berubah. Undang-undang baru ini tetap mempertahankan aturan lama yang melarang keras pemanfaatan kripto untuk keperluan pembayaran barang maupun jasa di dalam negeri. Aset digital tetap diakui murni sebagai instrumen investasi komoditas, bukan instrumen alat tukar.
📌 Baca JugaGuangdong Rilis Peta Jalan e-CNY 5 Tahun - Transaksi Impor 10 Juta Yuan dengan Singapura Buka Jalan
Seluruh ketentuan inti dari payung hukum regulasi ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 September 2026. Pemerintah Rusia juga memberikan jeda tenggat waktu implementasi yang berbeda untuk aturan terkait penitipan atau depository pihak non-residen, yang baru akan diterapkan pada 1 Juli 2027. Bagi kelompok warga negara dengan modal pas-pasan, dokumen yang diteken Putin ini memperjelas satu realitas mendasar: daya beli mereka terhadap inovasi finansial global kini dikunci oleh aturan negara.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




