Saham Circle (CRCL) anjlok tajam dari posisi puncaknya di sekitar $260 pasca-IPO, kini jatuh ke kisaran $62. Penurunan sebesar 17,5% terbaru ini didorong oleh sentimen pasar usai Open USD resmi masuk ke industri stablecoin. Merespons tekanan bertubi-tubi pada harga saham perusahaannya, Presiden Circle Heath Tarbert muncul di Fox Business pada 14 Juli lalu. Ia menyatakan bahwa Circle sedang bermain jangka panjang dengan fokus membangun infrastruktur keuangan internet.
Pernyataan Tarbert berusaha meredam gejolak yang tengah melanda saham perusahaannya di lantai bursa. Tekanan jual atas saham CRCL itu makin diperburuk dengan keluarnya perusahaan dari beberapa daftar Russell Growth index baru-baru ini.
Keroyokan Institusi Melawan Pemain Lama
Ancaman terbesar bagi dominasi Circle saat ini lahir dari peluncuran Open USD oleh konsorsium Open Standard. Penantang baru ini bukan proyek mandiri, melainkan koalisi yang didukung lebih dari 140 bisnis keuangan, termasuk Visa, Mastercard, Stripe, BlackRock, BNY, hingga Coinbase. Strategi mereka langsung menyasar akar bisnis stablecoin: menawarkan proses minting dan redeem tanpa biaya, serta membagikan pendapatan cadangannya kepada para mitra.
Langkah agresif ini memicu kalkulasi ulang di kalangan analis. Mizuho bergerak cepat memangkas target harga Circle jauh ke level $50. Analis mereka berargumen bahwa model bagi hasil milik Open USD berpotensi menekan batas margin Circle dan menaikkan biaya distribusi produknya ke depan. JPMorgan juga mengambil tindakan serupa. Bank investasi itu menurunkan proyeksi pendapatan Circle beserta mitranya, Coinbase, merujuk pada perjanjian bagi hasil USDC terkait Hyperliquid.
Banteng Pertahanan Jaringan USDC
Ditekan dari berbagai arah, Circle bertumpu pada dominasi pangsa pasar yang sudah lama mereka kuasai. Stablecoin USDC saat ini membukukan pasokan beredar sekitar $73 miliar dan beroperasi native melintasi 34 blockchain berbeda. Menjawab masuknya koalisi pendatang baru, Tarbert berargumen bahwa efek jaringan USDC yang sudah terjalin luas itu “sangat sulit direplikasi” dalam waktu singkat.
Di tengah tekanan pada sahamnya, Circle sebenarnya baru saja mengamankan posisi legal yang krusial. Pada 10 Juli lalu, mereka menerima persetujuan final dari OCC untuk mendirikan Circle National Trust. Entitas berbentuk trust bank ini dirancang untuk menyediakan layanan custody aset digital pada fase awalnya.
📌 Baca JugaPresiden Circle Lepas Saham $30,8 Juta Saat Visa dan BlackRock Mengepung USDC
Batas Efek Jaringan Kripto
Kejatuhan saham CRCL menunjukkan kerasnya kompetisi lapis kedua di pasar kripto. Saat perusahaan pembayaran sekelas Visa dan Mastercard turun tangan mencetak uang dolar digital mereka sendiri, pionir stablecoin tak bisa lagi hanya mengandalkan status pertama. Modal efek jaringan USDC kini diuji langsung melawan janji pembagian hasil dari penantang barunya.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




