📅 Selasa, 21 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Setahun GENIUS Act: 10 Aturan Stablecoin AS Belum Final - Kini Tether Berpacu dengan Batas Mati 2028

Setahun GENIUS Act: 10 Aturan Stablecoin AS Belum Final - Kini Tether Berpacu dengan Batas Mati 2028

📚 Istilah di Artikel Ini:

Masa pembuatan aturan stablecoin di Amerika Serikat berujung hampa. Tepat setahun setelah Presiden Trump menandatangani GENIUS Act pada 18 Juli 2025, tenggat 12 bulan telah terlewati pada 18 Juli 2026 tanpa satu pun aturan final yang diterbitkan oleh regulator.

Sejauh ini institusi pemerintah baru melempar 10 Notice of Proposed Rulemaking (NPRM) ke publik, namun tidak ada yang berstatus final. Departemen Keuangan (Treasury) mengeluarkan empat draf proposal, Kantor Pengawas Mata Uang (OCC) menelurkan dua draf, sementara Perusahaan Penjamin Simpanan Federal (FDIC) dan Administrasi Credit Union Nasional (NCUA) masing-masing menerbitkan satu. Sisa aturan lainnya berupa rancangan gabungan antar-lembaga. Padahal, OCC sudah mulai merilis proposal interpretasi hukum sejak awal Februari 2026. Langkah itu disusul oleh FDIC yang mengajukan 144 pertanyaan mendetail soal mekanisme pengawasan penerbit stablecoin, namun dokumen aturan akhirnya tetap mandek di meja perundingan.

Terlewatinya tenggat krusial ini memang tidak membatalkan undang-undang yang sudah disahkan, melainkan membiarkan para penerbit stablecoin beroperasi dalam ketidakpastian hukum. Meski berada di tengah situasi yang mengambang, CEO Crypto Council for Innovation Ji Hun Kim tetap memandang dinamika regulasi ini sebagai momen bersejarah yang membawa industri stablecoin menuju gerbang adopsi arus utama.

Berpacu Menuju Tenggat 2028

Ketidakpastian aturan ini langsung berbenturan dengan jadwal implementasi yang terus berjalan mundur. Batas akhir penerapan aturan jatuh pada Juli 2028. Setelah tenggat mutlak itu, semua stablecoin yang gagal memenuhi standar kepatuhan dilarang keras ditawarkan kepada pengguna di seluruh wilayah yurisdiksi Amerika Serikat.

Bagi raksasa industri seperti Tether, ancamannya berwujud larangan operasional. Entitas pembuat stablecoin terbesar dunia ini punya waktu tepat dua tahun untuk merombak sistem mereka atau terpaksa keluar dari pasar AS. Saat ini, 25% cadangan yang menyokong nilai USDT masih belum memenuhi kriteria ketat yang digariskan dalam undang-undang. Tether harus mencari ruang penyesuaian secepat mungkin sebelum instrumen sanksi mulai diterapkan.

Mendorong Pengesahan CLARITY Act

Sambil menunggu aturan teknis GENIUS Act diselesaikan, para pemangku kepentingan industri mendesak Kongres untuk mengalihkan fokus ke rancangan undang-undang pelengkap. Anchorage Digital mendorong para wakil rakyat untuk segera mengesahkan CLARITY Act sebagai kerangka kerja lanjutan.

📌 Baca JugaArus Kripto Nigeria Tembus $59 Miliar - Kini Presiden Tinubu Turun Tangan Rilis Aturan Baru

Senator Cynthia Lummis ikut menyuarakan desakan serupa dan menyoroti batas kewenangan badan pengawas. “Kalau sesuatu benar-benar terdesentralisasi, jangan diregulasi seperti bank,” katanya.

Tetapi jalan politik menuju pengesahan masih membingungkan. Firma Galaxy Digital baru saja menurunkan peluang lolosnya aturan ini menjadi sisa 50%. Sampai hari ini belum ada teks draf gabungan yang disepakati oleh Komite Perbankan dan Komite Pertanian Senat. Jadwal pemungutan suaranya di ruang sidang juga masih belum dipastikan. Regulator AS membuang waktu satu tahun penuh tanpa hasil aturan pasti, sementara sisa waktu kepatuhan bagi pemain industri terus menyusut.

Dilansir dari Cointelegraph.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share