World Liberty Financial, perusahaan ventura kripto yang didirikan oleh keluarga Trump pada tahun 2024 lalu, resmi meluncurkan stablecoin USD1 versi native di Canton Network. Peluncuran pada Selasa, 25 Agustus 2026 ini membuka pintu bagi token itu untuk masuk menyasar alur penyelesaian transaksi antar institusi.
USD1 langsung dioperasikan sebagai komponen tunai (cash leg) untuk berbagai transaksi berskala besar. Daftar fungsinya mencakup pemrosesan agunan derivatif, fasilitas pinjaman institusi (institutional lending), serta eksekusi penerbitan dan penarikan aset dari dalam ekosistem Canton.
Canton Network merupakan jaringan blockchain publik tanpa izin yang melayani keuangan institusional dengan volume pemrosesan aset tokenisasi lebih dari $9 triliun setiap bulan. Di dalam lalu lintas jaringannya, terdapat lebih dari $350 miliar surat utang negara AS (US Treasurys) yang diputar di atas chain setiap hari.
Rekam Jejak Laju Ekspansi
Catatan operasional baru ini menambah jangkauan USD1 sejak pertama kali diperkenalkan ke publik pada Maret 2025. Data terbaru platform pelacak DeFiLlama menunjukkan kapitalisasi pasar token ini telah mencapai $4,05 miliar. Angka valuasi itu menempatkan produk keluarga Trump di urutan keenam daftar stablecoin terbesar dunia.
Pengelolaan cadangannya dipercayakan sepenuhnya kepada BitGo Bank & Trust yang juga bertugas memproses siklus pencetakan (minting) dan penebusan (redemption). Entitas perbankan ini menjaga struktur aset pendukung dalam bentuk US Treasurys jangka pendek, reksa dana pasar uang kelolaan pemerintah, serta deposit dolar murni.
Integrasi USD1 datang bersusulan dengan agenda perluasan Canton lainnya yang baru diumumkan minggu lalu. Perusahaan Digital Asset bekerja sama dengan mantan Ketua DPR AS Paul Ryan telah menyusun rencana uji coba sistem distribusi dana tunjangan negara berbasis infrastruktur Canton. Proyek pilot ini ditargetkan mulai berjalan di tiga negara bagian AS pada 2027.
Satu Keheningan di Luar Pasar
Laju operasi World Liberty Financial ikut memicu sorotan dari pengamat hukum. Laporan Gizmodo mengutip para ahli yang mempertanyakan alasan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) belum membuka jalur penyelidikan apa pun terhadap operasional ventura besutan keluarga Trump itu.
๐ Baca JugaUSD1 Masuk Pasar Institusi $9 Triliun Sebulan - Tapi Izin Penerbit Aslinya Masih Tertahan Syarat $20 Juta
Penting digarisbawahi bahwa isu hukum ini masih minim konteks dan belum bisa dikonfirmasi lebih jauh. Alasan pasti mengapa regulator menahan diri untuk merilis langkah formal tidak akan terungkap sampai ada dokumen tertulis resmi dari pihak agensi.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




