American Bitcoin kini duduk di atas tumpukan aset senilai $512 juta. Perusahaan tambang yang didukung keluarga Trump ini melaporkan kepemilikan cadangan Bitcoin mereka telah melampaui 8.000 keping. Per akhir Juni 2026, dompet digital perusahaan menyimpan 8.002 BTC, naik 14% dari posisi akhir Maret yang berada di angka 7.021 BTC.
Kenaikan cadangan ini sejalan dengan aktivitas penambangan mereka. Sepanjang kuartal kedua, American Bitcoin memproduksi 932 BTC. Angka ini memecahkan rekor sebagai tingkat produksi tertinggi sejak perusahaan meluncur pada bulan September tahun lalu.
Ironi di Pasar Saham
Pencapaian di ladang tambang tidak beresonansi di papan bursa. Di balik tumpukan koin yang bertambah, neraca keuangan menceritakan sisi lain operasional perusahaan. American Bitcoin membukukan kerugian bersih $57,2 juta pada kuartal kedua. Beban ini membaik dari kerugian bersih kuartal pertama sebesar $81,8 juta, namun tetap menunjukkan tingginya ongkos operasional fasilitas tambang.
Kondisi keuangan ini berdampak langsung pada nilai perusahaan di mata investor publik. Harga saham American Bitcoin justru menyentuh rekor terendah di tengah pencapaian penambangan mereka. Situasi ini memaksa manajemen menempuh langkah darurat pada bulan Juli, yakni melakukan pemecahan saham terbalik (reverse stock split) dengan rasio 1 banding 15. Langkah taktis ini murni bertujuan memenuhi persyaratan harga penawaran minimum Nasdaq, menahan saham mereka agar tidak dihapus dari bursa utama.
Kursi Kosong Eksekutif
Tekanan dari jatuhnya harga saham dan kerugian tunai ikut mengguncang barisan eksekutif. Matt Prusak, yang menjabat sebagai Presiden sekaligus pejabat sementara CFO American Bitcoin, mengumumkan pengunduran dirinya. Prusak memutuskan pindah ke Giga Energy untuk mengisi posisi Chief Business Officer, meninggalkan kursi kosong di lapisan manajemen inti.
Meski dihadapkan pada kepergian petinggi dan lesunya performa bursa, jajaran pendiri memilih berpegang pada rencana awal. Eric Trump, salah satu pendiri sekaligus Chief Strategy Officer, menegaskan keyakinan manajemen terhadap Bitcoin sebagai aset jangka panjang. Ia menyatakan komitmen perusahaan untuk terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan ke depan.
📌 Baca JugaTrump Batal Serang Iran Demi Buka Selat Hormuz - Pembalikan Arah Kripto Saat The Fed Bersiap Naikkan Bunga
Keyakinan serupa datang dari CEO Mike Ho. Menyikapi fluktuasi saham, Ho menyatakan optimismenya terhadap masa depan perusahaan dengan memusatkan fokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Ia meyakini penguatan fasilitas tambang pada akhirnya akan mendatangkan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
Ujian bagi American Bitcoin kini bergeser dari sekadar menambah kapasitas mesin penambang. Tantangan utamanya jatuh pada daya tahan manajemen: mampukah cadangan Bitcoin bernilai setengah miliar dolar itu membungkam keraguan pasar dan meyakinkan talenta kunci mereka untuk berhenti mencari jalan keluar.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




