Penyelidikan resmi dari Senat Amerika Serikat kini mengarah langsung ke meja pimpinan Tether. Senator Richard Blumenthal, anggota senior Partai Demokrat di Permanent Subcommittee on Investigations, melayangkan surat penyelidikan resmi kepada CEO Tether Paolo Ardoino dan firma konsultasi Nxum Group. Sorotan utama tertuju pada transaksi bernilai jutaan dolar dari Tether ke Nxum, firma bentukan Bo Hines bersama ayahnya, saat Hines masih bertugas merumuskan kebijakan kripto di Gedung Putih.
Hines bukan figur asing dalam peta kebijakan Washington. Mantan penasihat kebijakan kripto Presiden Donald Trump itu sekarang memegang jabatan sebagai pemimpin cabang operasional Tether di Amerika Serikat (Tether US). Namun Blumenthal mempermasalahkan dugaan konflik kepentingan dan pelanggaran etika serius: Tether diduga menyalurkan pembayaran saat Hines masih aktif di Gedung Putih dan berperan langsung menyusun rancangan undang-undang kripto serta regulasi stablecoin yang menguntungkan Tether.
Aliran Dana di Tengah Penyusunan Regulasi
Laporan investigasi The Wall Street Journal mengungkap Nxum menerima pembayaran konsultasi berjumlah besar dari Tether selama masa bakti Hines sebagai penasihat kepresidenan. Hubungan bisnis kedua pihak juga mencakup aktivitas politik. Laporan CoinDesk sebelumnya mendapati Nxum meraup jutaan dolar sebagai agensi penyedia iklan kampanye utama untuk komite aksi politik (PAC) yang terafiliasi dengan Tether, kendati firma keluarga itu minim pengalaman di panggung politik.
Perpindahan personel antara lingkar Gedung Putih dan firma konsultasi ini terus berlanjut. Nxum dilaporkan baru saja merekrut mantan penasihat kripto Gedung Putih lainnya, Harry Jung. Sementara itu, posisi eksekutif penasihat kripto Trump yang sempat diteruskan Patrick Witt kini dibiarkan kosong tanpa pejabat baru.
Kecaman Ardoino Terkait Bocoran Media
Tether menyatakan telah mengetahui tuduhan itu dan menegaskan penyelidikan internal oleh tim kuasa hukum eksternal independen tidak menemukan adanya bukti pelanggaran hukum. Di sisi lain, CEO Tether Paolo Ardoino melontarkan respons keras terhadap langkah Blumenthal. Ardoino mengecam sang senator dengan tuduhan mengabaikan fakta serta sengaja membocorkan materi investigasi ke awak media sebelum meminta konfirmasi resmi kepada pihak Tether.
Peluang 69% yang Memulihkan Subpoena
Surat kepada Tether bukan satu-satunya berkas di meja Blumenthal. Sang senator kini memperluas fokus investigasinya terhadap berbagai entitas kripto besar lain. Tekanan politik terhadap industri ini berpeluang menguat seiring pergeseran peta elektoral. Pasar prediksi Kalshi mencatat peluang 69% bagi Partai Demokrat untuk merebut kembali kendali Senat, perkembangan yang dapat mengembalikan wewenang panggilan paksa (subpoena) penuh ke tangan komite penyelidikan.
๐ Baca JugaPentagon Larang Staf Bertaruh di Polymarket - Taruhan Internal Berisiko Bocorkan Operasi ke Lawan
Bagi pelaku pasar kripto yang mengamati dinamika regulasi di AS, babak baru penyelidikan ini mempertegas ketatnya sorotan terhadap industri stablecoin. Kejelasan posisi Tether di Washington kini bergantung pada pembuktian dokumen di hadapan komite Senat serta pergeseran kekuatan politik di gedung parlemen.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: OCC Sahkan Regulasi GENIUS Act - Cadangan Wajib Penuh dan Bunga Dilarang Total
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




