📅 Senin, 20 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Tether Punya Waktu 2 Tahun Sebelum Terdepak dari Pasar AS - 25% Cadangan USDT Masih Menyalahi Aturan

Tether Punya Waktu 2 Tahun Sebelum Terdepak dari Pasar AS - 25% Cadangan USDT Masih Menyalahi Aturan

Waktu bagi Tether di pasar Amerika Serikat tinggal dua tahun lagi. Undang-undang GENIUS Act yang ditandatangani Presiden Trump pada 18 Juli 2025 memberi batas waktu tiga tahun bagi penerbit stablecoin untuk patuh, dan hitung mundur itu kini tersisa hingga Juli 2028.

Masalah utama Tether ada pada struktur asetnya. Sekitar 25% cadangan USDT saat ini masih tersimpan dalam bentuk logam mulia, pinjaman, dan Bitcoin. Aturan GENIUS Act melarang hal ini dan mewajibkan seluruh cadangan stablecoin disimpan penuh dalam uang tunai atau surat utang negara Amerika Serikat.

Tether yang bermarkas di El Salvador belum membeberkan rencana konkret untuk merombak cadangannya demi mematuhi undang-undang baru. Situasi ini kontras dengan janji CEO Paolo Ardoino yang menyatakan siap patuh saat aturan diteken tahun lalu. Sebagai perbandingan, saingan terbesarnya Circle yang berbasis di Amerika Serikat dinilai sudah lebih siap memenuhi standar GENIUS Act bahkan sebelum tenggat waktu resmi tiba.

Jalan Alternatif dan Lambannya Regulator

Tether sempat merintis opsi lain. Mereka meluncurkan USAT, stablecoin baru khusus pasar Amerika Serikat lewat kerja sama dengan bank Anchorage Digital. Namun, tingkat penggunaan USAT di pasar masih rendah dan belum bisa menggantikan fungsi USDT.

Di pihak pemerintah, lembaga pengawas Amerika Serikat juga bergerak lambat. Departemen Keuangan, OCC, FDIC, dan Federal Reserve sejauh ini hanya menerbitkan draf usulan aturan. Belum ada aturan final yang disahkan meski batas waktu satu tahun pertama sejak penandatanganan undang-undang sudah terlewati.

Kondisi ini memicu perdebatan di kalangan pengacara. Sebagian pakar menilai penerbit asing seperti Tether punya masa aman beroperasi hingga Juli 2028. Sebaliknya, kubu lain memperingatkan bahwa perusahaan asing harus langsung patuh saat GENIUS Act resmi berlaku, yang diperkirakan jatuh pada Januari 2027.

Pasar Tidak Akan Menunggu Aturan Final

Institusi keuangan mungkin tidak butuh kepastian tanggal dari pemerintah untuk mulai menjauhi USDT. Kevin Wysocki dari Anchorage Digital menegaskan bahwa stablecoin yang tidak patuh aturan tak bisa lagi dipakai oleh institusi Amerika Serikat saat masa tenggang habis pada 2028. “Kami tidak berekspektasi pasar akan diam menunggu,” ungkapnya.

Grup Logistik AZ-COM Maruwa Siap Bayar 2.300 Sopir Pakai JPYC - Tapi Rincian Pencairannya Masih Misteri📌 Baca JugaGrup Logistik AZ-COM Maruwa Siap Bayar 2.300 Sopir Pakai JPYC - Tapi Rincian Pencairannya Masih Misteri

Beban administratif juga menjadi kendala tersendiri. Justin Levine dari biro hukum Davis Polk mengingatkan bahwa penerbit asing memang masih punya sisa waktu, tapi mereka harus sudah merancang langkah teknisnya mulai sekarang. Proses pendaftaran resmi ke lembaga OCC butuh persiapan masif yang memakan waktu lama.

Status USDT sebagai stablecoin terbesar di dunia membuat ancaman penyingkirannya dari platform Amerika Serikat berpotensi memukul likuiditas pasar kripto global. Bola kini ada di tangan Tether: merombak 25% aset cadangannya secepat mungkin, atau mengambil risiko terdepak dari pasar institusional terbesar di dunia.

Dilansir dari CoinDesk.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share