Michael Saylor punya cara baru untuk mendefinisikan aset paling berharga milik perusahaannya. Melalui cuitan di platform X pada 23 Agustus 2026, ia menyebut Bitcoin sebagai terobosan besar untuk mengubah energi ekonomi menjadi bentuk digital. Menurut Saylor, mekanisme ini memungkinkan kendali penuh berada di tangan individu, perusahaan, hingga tingkat negara.
Pernyataan Saylor bukan sekadar cuitan di media sosial. Perusahaan yang ia jalankan, Strategy, membuktikan keyakinan itu dengan terus mengakumulasi Bitcoin. Mereka kini memegang 840.447 BTC per 16 Agustus 2026. Angka itu mewakili sekitar 4% dari total pasokan maksimum Bitcoin yang dibatasi hanya 21 juta keping.
Posisi Untung $1,5 Miliar, Tapi Malah Jual Aset
Posisi Strategy di pasar kripto kini makin tebal. Total biaya akuisisi untuk ratusan ribu keping koin itu mencapai $63,36 miliar, dengan harga rata-rata pembelian di level $75.385 per BTC. Lewat harga Bitcoin yang saat ini bertengger di kisaran $77.559, portofolio perusahaan mencetak untung sekitar $1,5 miliar di atas modal belinya.
Meski duduk di atas tumpukan keuntungan besar, rekam jejak perusahaan ini tidak melulu soal menimbun. Minggu lalu, Strategy mengambil langkah berbeda dengan melepas sebagian kecil simpanan kripto mereka. Mereka menjual 1.690 BTC senilai $108,6 juta. Keputusan ini diambil murni untuk urusan internal, yakni mendanai pembelian kembali saham preferen mereka yang berkode STRC.
Satu Syarat Sebelum Kembali Borong Bitcoin
Fokus Strategy saat ini terbelah untuk mengurus pasar saham mereka sendiri. Saham preferen STRC masih diperdagangkan di bawah nilai nominal $100. Kondisi ini membuat manajemen mengambil langkah pengereman. CEO Strategy, Phong Le, menegaskan perusahaannya baru akan melanjutkan aksi beli Bitcoin segar setelah harga saham STRC pulih.
Sembari menunggu kondisi pasar saham membaik, Strategy menopang operasionalnya lewat cadangan kas perusahaan sebesar $4,80 miliar. Dana siap pakai ini disiapkan khusus untuk membiayai jadwal pembayaran dividen dan bunga kewajiban berjalan.
๐ Baca JugaKiyosaki Sebut Aturan Obligasi AS ‘Cetak Dolar Palsu’ - Salah Tafsir Tapi ETF Tetap Borong Bitcoin $1,92 Miliar
Semua manuver ini sejalan dengan strategi perluasan bisnis Strategy yang memperkenalkan identitas platform pasar modalnya sebagai “Digital Credit”. Payung keuangan ini mencakup berbagai seri saham preferen mereka yang resmi melantai di bursa Nasdaq, mulai dari STRC, STRF, STRK, hingga STRD.
Narasi energi digital Saylor memang membuai impian masa depan desentralisasi, namun ketika urusan saham internal butuh asupan dana segar, Bitcoin di brankas kembali ke fungsi asalnya: cadangan tunai paling likuid yang siap dicairkan kapan saja. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




