📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Token GRASS Melonjak 60% Sebelum Panggilan Investor - 24 Jam Kemudian Ambruk 35% Gara-Gara Satu Keputusan

Token GRASS Melonjak 60% Sebelum Panggilan Investor - 24 Jam Kemudian Ambruk 35% Gara-Gara Satu Keputusan

📚 Istilah di Artikel Ini:

Selama berhari-hari menjelang 7 Juli 2026, harga token GRASS reli hampir 60 persen. Warganet memborong token, yakin bahwa “Token Holder and Network Participant Call” yang dijanjikan Grass Foundation bakal jadi momen pencairan besar-besaran untuk Tahap 2 airdrop yang sudah ditunggu sejak awal tahun. Dua puluh empat jam kemudian, harga GRASS anjlok 30-35 persen, dari puncak sekitar $0,60 ke kisaran $0,35 - dan komunitas yang tadinya optimistis berubah jadi geram.

USDC, Bukan GRASS - dan Alasannya Bikin Sebagian Orang Curiga

Dalam panggilan tersebut, tim Grass mengonfirmasi jadwal klaim Tahap 2 dibuka 22 Juli 2026 pukul 13.00 EST, dengan tenggat klaim sampai 22 Januari 2027 lewat dashboard resmi. Yang bikin geger: hadiah Tahap 2 tidak lagi dibayar dalam token GRASS asli, melainkan dalam stablecoin USDC. Alasan resminya adalah “ketidakpastian regulasi” - sebuah frasa yang menurut tim dimaksudkan supaya pengguna dari lebih banyak yurisdiksi bisa klaim tanpa hambatan hukum. Kelayakan sendiri mengacu ke rentang Epoch 1 sampai 19, terhitung 14 Oktober 2024 sampai 8 Juni 2026, dan peserta wajib memakai dompet non-kustodian baru bernama Grass Wallet yang mulai digulirkan pertengahan Juli.

Operator Node Merasa Dikhianati

Di atas kertas, Grass punya cerita bagus untuk dibawa ke panggilan itu: proyek mengklaim membukukan pendapatan USDC tahunan sekitar $33 juta dan bahkan mengajukan proposal tata kelola soal bagi hasil untuk pemegang token. Tapi angka bagus itu tak cukup meredam kekecewaan. Sejumlah operator node veteran - orang-orang yang selama berbulan-bulan menyumbangkan bandwidth internet mereka untuk jaringan Grass - menilai pembayaran dalam USDC dan bukan token native GRASS terasa seperti pengurangan nilai riil dari kontribusi mereka. Sentimen di media sosial berubah tajam negatif dalam hitungan jam setelah panggilan usai.

Kasus Grass jadi pengingat bahwa “kejelasan” yang dijanjikan sebuah proyek kripto tidak selalu berarti kabar baik. Investor yang memborong token karena berharap pengumuman besar kini harus berhadapan dengan kenyataan bahwa detail teknis sekecil apa pun - dalam hal ini denominasi pembayaran - bisa membalikkan sentimen pasar dalam semalam. Bagi pengguna yang masih menyimpan GRASS berharap Tahap 2 mendongkrak harga, kejadian ini adalah pelajaran pahit bahwa curah hujan airdrop tidak selalu turun ke arah yang diharapkan.

Ribuan Dompet Pemburu Airdrop Ditendang Sebelum Sempat Klaim - 'Filter Sybil' Ini Diam-Diam Mengintai📌 Baca JugaRibuan Dompet Pemburu Airdrop Ditendang Sebelum Sempat Klaim - ‘Filter Sybil’ Ini Diam-Diam Mengintai

Dilansir dari CoinGabbar.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share