๐Ÿ“… Selasa, 18 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
Wall Street Siapkan Gugatan, Gedung Putih Menekan - Alasan Sebenarnya Rapat Kripto SEC Batal

Wall Street Siapkan Gugatan, Gedung Putih Menekan - Alasan Sebenarnya Rapat Kripto SEC Batal

Rapat Securities and Exchange Commission (SEC) yang dijadwalkan untuk merumuskan kerangka penggalangan dana kripto “Regulation Crypto Assets” mendadak batal, hanya tiga hari setelah diumumkan resmi ke publik. Lembaga ini menunda agenda krusial itu dengan alasan isu jadwal tak terduga, tanpa memberikan rincian tambahan apa pun kepada pelaku pasar.

Namun di balik layar, penundaan ini didorong oleh ancaman perlawanan hukum dari Wall Street dan campur tangan langsung dari meja kepresidenan.

Menurut sumber industri, Securities Industry and Financial Markets Association (SIFMA) - asosiasi yang mewakili barisan bank investasi dan broker Wall Street - mendiskusikan kemungkinan mengambil jalur pengadilan. SIFMA bersiap menggugat jika SEC berani memberikan pengecualian atau kelonggaran khusus kepada perusahaan kripto hingga melampaui batas otoritas undang-undang.

Langkah hukum ini mengincar rencana SEC yang sedang mempertimbangkan pemberian pengecualian inovasi bagi perusahaan kripto. Pengecualian ini disiapkan agar entitas kripto mendapat kelonggaran dalam memperdagangkan aset sekuritas yang ditokenisasi, sebuah rencana yang mengundang penolakan dari pemain pasar tradisional.

Tersandera Negosiasi Clarity Act

Tekanan penundaan rapat juga datang dari Gedung Putih. Pemerintah meminta SEC menahan agenda mereka karena khawatir kemunculan rancangan Regulation Crypto Assets akan mempersulit negosiasi Clarity Act menjelang pemungutan suara Senat pada 15 September.

Clarity Act sendiri belum selesai dibahas. Para pembuat kebijakan masih berdebat soal klausul perlindungan untuk sektor DeFi dan pengembang perangkat lunak, pembagian wewenang untuk Komite Pertanian Senat, serta aturan etika bagi pejabat pemerintah.

Kondisi yang saling menghambat ini menekan sentimen pasar. Sumber pasar prediksi mencatat probabilitas pengesahan Clarity Act saat ini anjlok ke 10-20%, merosot tajam dari estimasi 75% beberapa waktu lalu.

Trump Undang Bos Kripto ke Gedung Putih Rabu Ini - Saat Peluang Lolosnya CLARITY Act Tersisa 20%๐Ÿ“Œ Baca JugaTrump Undang Bos Kripto ke Gedung Putih Rabu Ini - Saat Peluang Lolosnya CLARITY Act Tersisa 20%

Pindah Meja ke Gedung Putih

Di saat rapat SEC batal, lobi tingkat tinggi pindah lokasi pada Rabu pekan ini. Ketua SEC Paul Atkins dan Ketua CFTC Michael Selig dijadwalkan hadir dalam acara khusus di Gedung Putih bersama jajaran eksekutif kripto. Donald Trump juga diperkirakan akan memberi kata sambutan dalam pertemuan itu.

Acara ini mempertemukan eksekutif puncak industri aset digital dan bursa tradisional. CEO Coinbase Brian Armstrong, CEO Ripple Brad Garlinghouse, pendiri Gemini Tyler dan Cameron Winklevoss, serta CEO Kraken Arjun Sethi masuk dalam daftar undangan. Selain mereka, investor Chris Dixon dari a16z, CEO Chainlink Sergey Nazarov, hingga CEO Nasdaq Adena Friedman juga turut hadir.

Ancaman dari SIFMA membawa pesan bahwa pemain lama pasar modal tidak akan tinggal diam. Regulasi kripto kini harus berhadapan dengan barisan bankir investasi yang menolak melihat pemain baru mendapatkan jalur pintas.

Dilansir dari Decrypt.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share