Saldo dompet federasi Liquid Network turun tajam dari 4.200 BTC menjadi hanya 207,275 BTC pada 7 September 2026. Kehilangan ekstrem ini terjadi sesaat setelah 3.993 BTC senilai kurang lebih $319 juta ditarik paksa keluar dari jaringan sidechain Bitcoin besutan Blockstream itu.
Pelaku penarikan dana meninggalkan jejak pesan OP_RETURN di dalam sebuah transaksi yang tidak terverifikasi dengan bunyi, “we are whitehats. contact us on chain.” Analis on-chain DBCrypto memantau koin senilai ratusan juta dolar itu hanya berdiam pasif di jaringan utama Bitcoin dan tidak disamarkan melalui layanan pencampur koin. Pola pergerakan koin yang pasif jauh lebih konsisten dengan metode ekstraksi white hat yang bertujuan mengamankan dana, ketimbang pencurian nyata oleh peretas.
Blockstream merespons penarikan dana lewat penghentian fungsi bridge node. Mereka mewajibkan seluruh bursa kripto menghentikan fasilitas deposit dan withdraw LBTC sampai keadaan pulih.
Bug Perangkat Lunak, Bukan Kunci yang Bocor
Dana jumbo bernilai $319 juta mengalir keluar melewati platform SideSwap. Manajemen SideSwap menindaklanjuti kabar itu dengan mengonfirmasi langsung bahwa Peg-out Authorization Key (PAK) milik mereka tetap utuh dan sama sekali tidak dikompromikan oleh pelaku.
Blockstream memperjelas situasi dengan mengatakan eksploitasi terjadi lewat bug pada software Elements. Celah sistem yang diterobos pelaku murni melibatkan kelemahan pada kode dasar perangkat lunak dan tidak terkait dengan kunci yang bocor.
Siapa yang Menandatangani Transaksi?
Hilangnya koin dari dompet federasi memicu tanda tanya baru soal keandalan keamanan model multisig 11-dari-15 di ekosistem Liquid Network. Analis DBCrypto memetakan dua kemungkinan tentang bagaimana dana lolos: entah 11 dari 15 perwakilan penjaga jaringan ikut meneken penarikan massal itu, atau sistem whitelist Liquid gagal mencegah transaksi asing. DBCrypto menilai dua celah kegagalan itu tidak membuat status keamanan Liquid terlihat memadai di mata penggunanya.
๐ Baca JugaTether Hapus Jejak Investasi di Orionx - Bursa Chile Itu Tutup Permanen Setelah $7 Juta Aset Nasabah Lenyap
Samson Mow, CEO Jan3, menyampaikan semua operator aktif bekerja mencari solusi celah jaringan. Dia menyebut peristiwa ini sebagai masa-masa sulit, meski dia meyakini mereka akan sanggup melewatinya.
Entitas Blockstream dan tokoh utamanya Adam Back belum merilis komentar apa pun di platform X pada saat artikel ini ditulis. Bagi para pemegang LBTC, ketiadaan fungsi bridge node berarti kepemilikan aset mereka terisolasi penuh dari rantai utama Bitcoin, memaksa mereka menunggu akhir kisah pembuktian dari pihak yang mengaku sebagai white hat. Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




