Aplikasi perdana perusahaan pembayaran asal Inggris, Wise, untuk mendapat lisensi “national trust bank charter” ditolak oleh Office of the Comptroller of the Currency (OCC) Amerika Serikat akibat dinilai gagal menjalankan program anti-pencucian uang. Pengawas perbankan federal AS itu menepis pengajuan awal Wise karena perusahaan dianggap belum memiliki program kepatuhan Anti-Money Laundering (AML) dan Countering the Financing of Terrorism (CFT) yang efektif. OCC turut menyoroti risiko aktivitas keuangan ilegal yang masih menempel pada sistem perusahaan.
Kegagalan mendapat restu ini memaksa Wise mencari jalan putar, dan opsi mereka kini bertumpu pada kerangka regulasi aset kripto.
Ironi Izin untuk Pemain Kripto Murni
Sikap ketat OCC terhadap penyedia pembayaran konvensional menghadirkan ironi saat disejajarkan dengan perlakuan otoritas kepada entitas digital murni. Dalam satu tahun terakhir, OCC justru menyetujui izin serupa untuk berbagai perusahaan kripto. Sederet nama besar mulai dari Circle, Ripple Labs, Crypto.com, hingga Coinbase lancar mengantongi izin dari otoritas yang sama.
Melihat celah persetujuan ini, Wise bersiap mengajukan ulang aplikasinya ke otoritas OCC dengan menumpang pada payung hukum GENIUS Act. Aturan ini resmi ditandatangani pada Juli 2025 dan khusus didesain menyediakan kerangka regulasi bagi penyedia stablecoin pembayaran di wilayah Amerika Serikat.
Jalur alternatif ini tetap membawa risiko ketidakpastian administratif. Regulator Washington baru saja melewatkan tenggat waktu krusial pada pekan lalu untuk merilis panduan teknis implementasi GENIUS Act. Absennya panduan ini membuat proses adaptasi bingung, mengingat aturan ini dijadwalkan harus berlaku penuh pada Januari 2027.
Taktik Kepatuhan, Bukan Peluncuran Token
Manuver birokrasi menumpang undang-undang stablecoin lantas memunculkan tanya tentang strategi produk Wise ke depan. Kendati berpindah rute hukum, analis bank investasi William Blair meyakini langkah ini tidak menggeser sentimen Wise terhadap keberadaan instrumen stablecoin bagi layanan mereka.
📌 Baca JugaSamsung Rombak Wallet Demi Dukung Stablecoin - Tapi USDC Muncul di Panggung Tanpa Kemitraan Resmi
Perusahaan terus menegaskan bahwa misi inti bisnis mereka selalu bertumpu pada pemangkasan biaya pengiriman uang lintas batas negara. Wise memegang prinsip operasi “agnostic of the rail”, yang berarti mereka bersedia memakai infrastruktur dasar apa pun selama medium itu menjamin penekanan tarif transaksi bagi pengguna akhir.
Implikasinya menggarisbawahi manuver murni dari Wise. Mereka membidik kerangka undang-undang stablecoin sebagai tuas birokrasi untuk menebalkan bukti kepatuhan di meja pengawas keuangan AS, bukan karena dorongan menerbitkan koin baru. Semua pengajuan ini bermuara pada satu target tunggal: memegang lisensi legal penuh guna beroperasi sebagai bank tingkat nasional di daratan Amerika.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




