XRP mencetak kenaikan 14% dalam waktu 24 jam terakhir hingga menyentuh angka $1,40. Kenaikan harga ini membawa XRP ditutup tepat di atas batas Exponential Moving Average (EMA) 50-hari dan 200-hari berbarengan. Penutupan ganda ini menjadi momen pertama kalinya XRP melampaui kedua garis pembatas teknis itu sejak terbentuknya death cross di grafik harga harian.
Beberapa media mulai menyebarkan narasi bahwa penembusan ini menandakan XRP sudah mematahkan tren death cross. Para analis membantah anggapan ini. Indikator pergerakan harga ini urung berbalik arah, mengingat garis EMA 50-hari fisiknya masih terkurung di bawah garis EMA 200-hari.
Bukan Permintaan Khusus, Melainkan Efek Ekor
Pengamat pasar langsung mengeluarkan peringatan terkait kualitas reli ini. Mereka menegaskan pergerakan harga XRP kali ini tidak memantul akibat dorongan permintaan fundamental yang spesifik menargetkan aset itu. Kenaikan ini sekadar efek amplifikasi beta dari peristiwa besar di pasar utama: short squeeze massal Bitcoin yang baru saja menyapu posisi short bernilai miliaran dolar AS.
Besarnya tingkat ketergantungan ini tergambar dalam data korelasi pergerakan harian XRP dan Bitcoin pekan ini. Angka korelasinya menyentuh 0,85. Tingkat korelasi tinggi ini membuktikan nasib tren XRP sekarang mengekor seutuhnya pada kekuatan Bitcoin menahan laju relinya di atas titik $72.000.
Pola Penolakan yang Terus Berulang
Kemampuan melewati dua garis EMA memang tampak meyakinkan bagi pembeli baru, tapi sejarah pergerakan harganya menunjukkan pola penolakan tajam. Terhitung sejak 2021, grafik XRP tercatat sudah tiga kali melewati kedua garis EMA ini. Momentum berulang ini muncul pada September 2021, Maret 2024, dan Januari 2025.
Pada ketiga kejadian itu, XRP selalu kehabisan tenaga. Harga koin ini terus gagal menahan daya belinya sesaat setelah katalis pendorong dari pasar eksternal memudar.
๐ Baca JugaETF Kripto AS Sedot $2,6 Miliar dalam Sepekan - Tapi Analis Peringatkan Tren Pembelian Ini Bisa Berumur Pendek
Lampu kuning tambahan kini dinyalakan oleh tim analis dari CryptoQuant dan Nansen. Mereka mengamati bahan bakar gelombang likuidasi yang menggerakkan short squeeze Bitcoin mulai mendekati batas habisnya. Redanya penutupan paksa ini membuat bursa kehilangan pendorong otomatis dari para petaruh posisi turun.
Agar tren naik XRP saat ini tidak berbalik merosot, pasar mutlak menuntut pesanan spot riil. Menggantungkan level $1,40 pada sisa momentum short squeeze pihak lain tidak akan cukup. Tarikan harga tanpa pijakan kuat ini berpotensi mengubah indikator tren naik menjadi perangkap bagi mereka yang merespons terlambat.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




