Seorang agen FBI dengan tingkat izin keamanan Top Secret kini harus duduk di kursi pesakitan karena mencuri kripto senilai $1 juta dari dompet tersangka. Patrick Steven Yaroch, agen pengawas khusus (supervisory special agent) yang bertugas di Divisi Kontraintelijen dan Spionase FBI, resmi didakwa pada Jumat, 1 Agustus 2026. Ia menghadapi dakwaan pemindahan barang curian lintas negara bagian dan penerimaan barang curian.
Pencurian yang menampar lembaga federal ini tidak terjadi dalam semalam. Aksinya berlangsung lama, terbentang sejak awal 2025 hingga Juli 2026. Bermodalkan izin aksesnya, Yaroch menembus sistem internal FBI untuk mengambil seed phrase dari sebuah dompet kripto. Dompet itu berstatus sebagai barang bukti dalam investigasi khusus yang melibatkan entitas “musuh asing yang tidak disebutkan namanya”. Untuk memastikan tidak ada jejak salinan fisik di kantor, Yaroch memilih menghafal seluruh urutan recovery phrase itu di luar kepala.
Setelah mengantongi kunci brankas digitalnya, ia leluasa membuat dompet kripto baru dan mulai menguras dana. Ia mengeksekusi pemindahan koin-koin itu dalam sekitar 10 kali transaksi terpisah. Rentetan pemindahan ini membuat total aset di dompet pribadinya terkumpul hingga menembus nilai $1 juta.
Bagaimana Chatbot Membongkar Rencananya
Upaya kerasnya menutupi jejak on-chain ini justru dibongkar oleh jejak pencarian di ponselnya sendiri. Penyelidik yang memeriksa gawai Yaroch menemukan riwayat percakapan dengan ChatGPT yang merekam jelas ambisinya. Pada 28 Mei, ia mengetik pertanyaan kepada AI itu mengenai cara menginvestasikan uang tunai senilai $1 juta “untuk memaksimalkan profit”.
Beberapa hari berselang, arah pertanyaannya bergeser dari urusan investasi ke rencana kepindahan. Ia mencari tahu prosedur meninggalkan Amerika Serikat dan cara mengamankan status penduduk atau warga negara di wilayah Uni Eropa. Pertanyaan itu meluas ke detail imigrasi lintas batas. Ia mengecek aturan soal keharusan visa transit di Turki bagi warga negara Amerika Serikat, dan bahkan memanfaatkan ChatGPT untuk membuat draf email lamaran kerja di Yunani.
📌 Baca JugaDompet Kripto Paling Paranoid Kebobolan $114 Juta - Padahal Tak Pernah Konek Internet
Jejak Dokumen Sampai ke Portugal
Niat membangun hidup baru di Eropa ini dikuatkan oleh temuan fisik di luar gawai. Pihak berwenang menemukan jadwal perjalanan liburan keluarga Yaroch yang sudah dipesan ke Portugal pada September 2026. Rencana ini juga ditopang oleh keberadaan dokumen hukum berupa surat kuasa (power-of-attorney) yang mengurus kepentingan di Portugal.
Seluruh rencana itu kandas di tempat kerja. Pada 31 Juli 2026, perjalanan Yaroch berujung pada penangkapan setelah ia menyerah dan mengakui perbuatannya kepada sesama agen langsung di markas besar FBI. Kepada kolega yang memeriksanya, ia bersikeras tidak punya niat memindahkan uang curian itu ke Portugal, meski tetap berharap istri dan anaknya bisa berangkat menikmati liburan di sana. Kode enkripsi terbaik tak berdaya ketika aktor yang menghafalnya memiliki lencana FBI di dadanya.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




