Pengelola aset asal Amerika Serikat, VanEck, resmi meluncurkan reksa dana bursa aktif baru bernama VanEck Wealth Builder ETF di New York Stock Exchange dengan kode ticker WBMO. Produk ini menyatukan saham global, obligasi pendapatan tetap, aset riil seperti emas, dan alokasi Bitcoin dalam satu portofolio terkelola.
VanEck mematok target alokasi Bitcoin sebesar 2% dari total portofolio, dengan rentang batas toleransi fleksibel antara 1% hingga 5%. Paparan terhadap mata uang kripto diperoleh melalui produk ETP spot Bitcoin, baik dari penerbit pihak ketiga maupun produk internal perusahaan, bukan melalui kepemilikan fisik langsung.
Langkah menyatukan aset kripto dengan instrumen pasar modal konvensional menandai evaluasi terhadap strategi pembagian modal yang selama ini dianggap baku.
Kenapa Rumus Portofolio 60/40 Dinilai Ketinggalan Zaman
David Schassler, Head of Multi-Asset Solutions VanEck, menyatakan bahwa portofolio tradisional 60/40 - yang membagi 60% modal pada saham dan 40% pada obligasi - dirancang untuk lanskap investasi masa lalu. Schassler menilai formula lama itu sudah tidak memadai menghadapi kondisi ekonomi saat ini.
Penambahan aset riil dan Bitcoin ditujukan untuk mendiversifikasi risiko serta membantu investor mengarungi fluktuasi ekonomi makro yang lebih luas. Kehadiran dana ini di bursa sekaligus memperluas model Wealth Builder, yang sebelumnya hanya bisa diakses oleh penasihat keuangan melalui platform manajemen kekayaan pihak ketiga.
Jejak Ekspansi Menuju Dana Pensiun
Pencatatan WBMO di lantai bursa melanjutkan langkah ekspansi aset digital yang dijalankan VanEck. Pada Maret 2026, pengelola dana ini bermitra dengan platform pensiun Basic Capital untuk memasukkan ETP aset digital ke dalam program pensiun 401(k) pekerja di Amerika Serikat.
Total dana kelolaan VanEck di tingkat global tercatat mencapai sekitar $244,1 miliar per akhir September 2026. Angka itu menjadi fondasi operasional bagi peluncuran berbagai strategi multi-aset perusahaan.
๐ Baca JugaAgen AI Bisa Kirim dan Terima Bitcoin Tanpa Manusia - Saldo Dipatok Maksimal 300.000 Satoshi
Bagi pemodal yang mempertimbangkan diversifikasi, porsi terukur 1% hingga 5% Bitcoin dalam ETF ini menawarkan jalan tengah: membuka akses terhadap pertumbuhan aset digital tanpa harus melepaskan penopang stabilitas dari obligasi dan emas.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Baca juga: Franklin Templeton Daftarkan Dua ETF di Nasdaq - Dividen Saham AS Otomatis Masuk ke Bitcoin
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




