CEO Binance.US Steve Gregory mengumumkan rencana pengajuan lisensi Designated Contract Market (DCM) ke Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pada Agustus 2026. Pengumuman di atas panggung konferensi Rare Evo ini menjadi sinyal terang bahwa perusahaan ingin masuk ke bisnis pasar prediksi yang sah di mata hukum.
Izin DCM dari badan pengawas komoditas Amerika Serikat punya fungsi spesifik. Pemegang lisensi diizinkan menawarkan pasar prediksi legal, yang menempatkan Binance.US ke dalam arena persaingan langsung melawan entitas mapan seperti Kalshi dan Polymarket. Namun, pernyataan lisan belum mewujud jadi dokumen resmi. Sampai hari Rabu, pihak CFTC belum memuat catatan soal aplikasi DCM yang berstatus menunggu dari Binance.US.
Syarat Berlapis di Meja Regulator
Masuk ke pasar prediksi yang diawasi CFTC berarti tunduk pada aturan main yang tebal. Di bawah regulasi ini, sebuah platform dengan status DCM mendapat wewenang untuk memperdagangkan kontrak futures maupun opsi. Kontrak yang ditawarkan bisa berbasis komoditas fisik, indeks pasar, atau bentuk instrumen lainnya yang disepakati.
Wewenang itu datang satu paket dengan kewajiban mematuhi 23 prinsip inti CFTC. Syarat mutlak ini mengharuskan perusahaan membangun sistem pengamanan jaringan (system safeguards) yang tangguh, menjalankan standar penyimpanan catatan (record keeping) yang rapi, serta menerapkan kebijakan ketat soal penanganan benturan kepentingan (conflict of interest).
Beban Hukum Lama dan Perseteruan Baru
Rencana pendaftaran lisensi ini muncul pada rentang waktu yang krusial. Manuver Binance.US datang lebih dari setahun sejak Securities and Exchange Commission (SEC) menyudahi gugatan mereka terhadap entitas Binance di AS, entitas global Binance, dan mantan CEO Changpeng Zhao. Kasus yang selesai itu berkisar pada tuduhan penyalahgunaan dana nasabah, yang sempat menekan citra perusahaan.
Selesai urusan dengan SEC, langkah menuju lisensi DCM kini diadang ketegangan di level yurisdiksi. Upaya Binance.US bertepatan dengan perseteruan hukum terbuka antara CFTC melawan pemerintah tingkat negara bagian. Inti perdebatan bermuara pada desakan otoritas negara bagian untuk menerapkan hukum perjudian ke dalam ekosistem platform prediksi.
📌 Baca JugaRobinhood Cetak Kuartal Terbaik $1,31 Miliar - Tapi Pendapatan Kripto Justru Anjlok 38%
Menunggu Bukti Pendaftaran
Niat untuk menantang dominasi Kalshi dan Polymarket sudah meluncur ke publik, tapi langkah riilnya masih belum tercatat. Sebelum aplikasi DCM benar-benar masuk dan terdaftar di meja CFTC, persaingan ini baru sebatas deklarasi lisan dari panggung konferensi.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




