Laporan kuartal kedua 2026 menunjukkan posisi kas Robinhood yang tebal. Perusahaan ini membukukan pendapatan $1,31 miliar, mengalahkan estimasi Wall Street sebesar $1,26 miliar. Angka ini menandai kenaikan 32% dari tahun lalu, bersama laba bersih yang melesat 48% menjadi $573 juta.
Namun ada satu bagian yang memerah di tengah laporan ini. Saat bisnis lain naik daun, pendapatan dari transaksi kripto justru anjlok 38% dari periode yang sama tahun lalu, serta kembali turun jika dibandingkan pencapaian kuartal sebelumnya.
“Kami cetak all-time highs di volume perdagangan ekuitas, opsi, dan pasar prediksi,” kata CEO Vlad Tenev. Kutipan ini menegaskan dari mana uang Robinhood sekarang berasal.
Mesin Uang Baru di Luar Bursa
Kosongnya celah pendapatan dari kripto tertutup oleh deretan produk baru. Rothera, bursa pasar prediksi hasil kerja sama dengan Susquehanna International Group, kini jadi motor utama. Bursa berlisensi CFTC ini memproses 3,5 miliar kontrak hanya dalam beberapa bulan sejak beroperasi penuh pada akhir Mei 2026.
Inovasi fitur trading mereka menyusul di belakangnya. Agentic Trading yang mengeksekusi perdagangan otomatis tanpa perlu input manual untuk tiap transaksi berhasil mengumpulkan 100.000 akun. Sejak rilis pada 27 Mei, perangkat lunak ini sudah mengelola aset lebih dari $100 juta. Dua lini bisnis inilah yang menahan kejatuhan neraca ketika pengguna ritel menghindari pasar koin.
Cara Baru Menjual Web3
Meski pendapatan transaksi turun tajam, Robinhood tidak meninggalkan industri Web3. Mereka mengubah taktik dengan bergeser dari sekadar menjadi bursa transaksi ke penyedia infrastruktur. Pada 1 Juli, perusahaan membuka public mainnet untuk Robinhood Chain. Jaringan Layer-2 di atas Ethereum yang dirancang khusus untuk mewadahi real-world assets ini langsung mencatat volume indeks sebesar $12 miliar semenjak peluncuran.
📌 Baca JugaBinance.US Incar Lisensi CFTC Demi Lawan Polymarket - Tapi Dokumennya Belum Ada di Meja Regulator
Langkah perluasan infrastruktur ini sejalan dengan persebaran Stock Tokens yang kini bisa dibeli pengguna di lebih dari 120 negara lewat fasilitas Robinhood Wallet. Perusahaan juga merilis Robinhood Earn, produk pinjaman terdesentralisasi pertama mereka di kuartal yang sama.
Manuver bisnis ini diperkuat dari sisi korporat. Robinhood menyatakan telah menyelesaikan proses akuisisi platform kripto WonderFi asal Kanada. Pembelian ini menjadi jembatan awal sebelum Robinhood merealisasikan rencana ekspansi kriptonya ke pasar Inggris.
Menjelang perilisan laporan kuartal terbaik ini, harga saham Robinhood justru sempat turun 3,15%. Rekor pendapatan $1,31 miliar jelas membuktikan strategi diversifikasi mereka berhasil. Transisi dari bursa saham dan kripto murni menjadi penyedia pasar prediksi dan infrastruktur on-chain mulai membuahkan hasil, menutupi bolongnya pendapatan dari sepinya transaksi koin di kalangan ritel. Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




