Lampu peringatan kembali menyala di sektor jembatan lintas rantai. Peretas baru saja menguras sekitar $450.000 USDT dari kontrak HTLC milik Garden Finance pada Minggu, 27 Juli 2026. Laporan awal dari platform keamanan Blockaid mendeteksi rentetan transaksi eksploitasi ini menyebar cepat melintasi empat jaringan berbeda: Ethereum, Base, Arbitrum, dan BNB Smart Chain.
Blockaid bahkan sempat mempublikasikan alamat dompet peretas dan mendeskripsikan proses pengurasan masih berlangsung saat laporan mereka pertama kali mengudara.
Namun angka pencurian ini menyembunyikan satu detail krusial: peretas tidak menyentuh kode inti aplikasinya.
Celah dari Lapisan Pihak Ketiga
Garden Finance beroperasi sebagai protokol yang menjembatani transaksi antar jaringan, khususnya untuk menukar Bitcoin dengan aset di blockchain lain lewat mekanisme atomic swap. Sistem mereka mengandalkan HTLC (hash time-locked contracts), sebuah kontrak escrow berbatas waktu yang menahan dana sampai syarat transaksi terpenuhi.
Dalam klarifikasi resminya, tim Garden menegaskan bahwa smart contract HTLC mereka sama sekali tidak diretas. Titik masuk peretas justru berada pada basis data off-chain milik satu solver independen - entitas pihak ketiga yang bertugas mengeksekusi transaksi dalam ekosistem mereka.
Modus operandi peretas tergolong jitu. Setelah berhasil menyusup ke pangkalan data solver independen ini, peretas menyisipkan rentetan catatan transaksi palsu ke dalam sistem. Akibatnya, infrastruktur solver tertipu lalu otomatis melepas dana untuk transaksi penukaran fiktif, padahal pihak lawan belum menyetor dana sepeser pun.
Karena yang dieksploitasi adalah sistem milik solver independen, Garden menjamin penuh bahwa tidak ada dana pengguna ritel yang hilang atau terancam. Seluruh beban ratusan ribu dolar ini murni menguras aset operasional sang solver.
📌 Baca JugaDompet Operasional Triple-A Dikuras $11,8 Juta - Polisi Singapura Turun Tangan, Klien Bebas Risiko
Bukan Kejadian Pertama
Insiden pembobolan lewat pihak ketiga ini menambah panjang daftar kerentanan infrastruktur pendukung. Pada Oktober 2025, kasus yang melibatkan celah keamanan solver independen pernah terjadi. Saat itu, peretas sukses membawa lari dana sekitar $11,4 juta setelah menguasai lingkungan operasional dari satu solver.
Untuk menepis keraguan publik, Garden langsung merujuk pada pencapaian sertifikasi SOC 2 Type II terbaru yang mereka peroleh sebagai bukti investasi pada sistem pelindung. Saat ini, tim internal Garden masih sibuk menyisir data untuk mengkonfirmasi jumlah pasti, daftar aset, serta jejak jaringan penuh yang dilintasi peretas.
Garden juga sudah menggandeng tiga firma pelacak - zeroShadow, Quantstamp, dan Blockaid - untuk mengendus aliran uang dan mencari peluang memulihkan aset solver yang dirampas.
Infrastruktur blockchain yang berlapis baja ternyata selalu punya titik buta. Bagi pengembang pertukaran kripto, membangun smart contract yang kebal tidak lagi cukup kalau pintu masuk mitra di sekelilingnya masih bisa dibobol dengan mudah. Bagi pengguna ritel, ini jadi pengingat bahwa keamanan platform sering kali ditentukan oleh mata rantai terlemahnya.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




