Payward, perusahaan induk bursa kripto Kraken, mencetak pendapatan penyesuaian sebesar $508 juta pada kuartal kedua 2026. Angka ini naik 17% jika dibandingkan pencapaian $432 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Namun, kenaikan pemasukan ini berbanding terbalik dengan keuntungan bersih. Laba operasional penyesuaian mereka anjlok 71%, jatuh dari $80 juta pada kuartal kedua 2025 menjadi hanya $23 juta. Penurunan laba ini terjadi bersamaan dengan menyusutnya total volume transaksi di platform sebesar 18% ke level $310 miliar.
Bukan Lagi Soal Biaya Transaksi
Di tengah melemahnya volume perdagangan aset kripto, Kraken memutar strategi dengan mengandalkan jalur pemasukan lain. Ketergantungan mereka pada biaya transaksi murni perlahan memudar. Laporan perusahaan menunjukkan pendapatan dari aset dan layanan non-trading kini memegang porsi dominan sebesar 60% dari total pemasukan, naik dari porsi 55% pada tahun sebelumnya.
Produk sekunder mulai menopang pergeseran angka ini. Rata-rata pendapatan harian dari perdagangan kontrak berjangka naik 8%. Lini ekuitas tokenisasi dan layanan ekuitas tradisional juga mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang kuartal kedua.
Fokus baru ini menuntut modal awal yang besar. Pada 1 Mei lalu, Payward resmi menutup kesepakatan akuisisi Bitnomial senilai $550 juta untuk mendapatkan akses ke tumpukan layanan derivatif berizin di Amerika Serikat. Mereka juga menuntaskan pengambilalihan Reap pada 1 Juli dan merestui rencana pembelian penyedia infrastruktur dompet Magic Labs, meski transaksi terakhir ini belum rampung.
Ledakan Pengguna dan Ambisi yang Tertahan
Nilai uang yang menetap di dalam ekosistem Kraken terhitung tetap tinggi. Tercatat ada aset senilai $40 miliar yang bersarang di platform saat ini. Jika metrik ini dihitung menggunakan patokan harga aset pada kuartal kedua 2025 - yang disebut Payward sebagai “Real Assets on Platform” - nilainya menembus $65 miliar, setara dengan kenaikan 48% dari tahun ke tahun.
๐ Baca JugaPesanan Saham Unitree Membludak 8.000 Kali Lipat - Bybit Buka Jalur Spekulasi Pre-IPO
Basis pengguna aktif membesar seiring hadirnya layanan baru. Jumlah akun yang didanai menembus angka 6,6 juta, naik 42% dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah operasi bursa. Lonjakan metrik pengguna ini ikut didorong oleh perubahan definisi penghitungan setelah pengguna NinjaTrader dan Bitnomial masuk ke dalam jajaran produk mereka.
Di balik pesatnya ekspansi produk dan rentetan akuisisi platform, satu langkah bisnis mereka menemui jalan buntu. Aplikasi pengajuan piagam bank nasional ke badan Office of the Comptroller of the Currency masih berstatus tertunda tanpa kepastian. Tumpukan aset puluhan miliar dolar nyatanya belum cukup untuk membongkar tembok tebal birokrasi perbankan federal. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




