Cardano menyerahkan kendali jaringannya langsung ke tangan pengguna. Pada Sabtu, 19 Juli 2026, jaringan utama Cardano resmi mengaktifkan pembaruan hard fork van Rossem, menaikkan sistem dari Protocol Version 10 yang berjalan di epoch 643 menjadi Protocol Version 11 tepat saat memasuki epoch 644.
Ini bukan sekadar pembaruan kode biasa. Transisi ini tercatat sebagai hard fork pertama sepanjang sejarah Cardano yang murni digerakkan oleh tata kelola komunitas. Eksekusi jaringan tak lagi dikoordinasi oleh Input Output (IOHK), perusahaan yang selama bertahun-tahun merancang dan menyetir peta jalan Cardano sejak hari pertama beroperasi.
Potong Biaya Eksekusi Smart Contract
Di atas kertas, Protocol Version 11 membawa perbaikan langsung pada mesin inti jaringan. Fokus utamanya menyasar infrastruktur bahasa pemrograman Plutus beserta pembaruan Plutus Cost Model. Melalui penyesuaian teknis ini, jaringan menargetkan penurunan biaya eksekusi smart contract, sehingga aplikasi di dalam ekosistem bisa berjalan dengan ongkos yang jauh lebih hemat bagi pengembang maupun pengguna.
Namun van Rossem tidak bertugas sebagai pembaruan tunggal. Hard fork ini justru meletakkan fondasi awal untuk menyambut fase transisi berikutnya yang dinamakan era hard fork Dijkstra. Era lanjutan inilah yang kelak mendatangkan mesin pemrosesan data utama bernama Ouroboros Leios ke dalam blok Cardano.
Target Leios di Akhir 2026
Ouroboros Leios merupakan proposal penskalaan yang dirancang untuk memodernisasi konsensus proof-of-stake Ouroboros yang dipakai Cardano. Target proposal ini jelas: mendongkrak drastis angka transaksi per detik. Syaratnya pun mutlak: lonjakan kecepatan pemrosesan ini wajib dicapai tanpa sedikit pun mengikis jaminan keamanan dasar Ouroboros.
Infrastruktur Leios diperkirakan baru akan meluncur ke mainnet pada akhir 2026. Peningkatan kapasitas ini berjalan lurus dengan ambisi jangka panjang yang belakangan dicanangkan jaringan. Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, sebelumnya membeberkan rencana menarik likuiditas Bitcoin senilai $1,6 triliun agar bisa masuk dan digunakan di dalam ekosistem Cardano.
📌 Baca JugaZcash Kejar Kapasitas 50.000 TPS Visa Lewat Node Zakura - Tapi Fokus Aslinya Meredam Efek Bug Kritis 4 Tahun
Agar sanggup menampung tumpahan likuiditas sebesar itu dari luar jaringan, Cardano butuh ruang pemrosesan yang lapang dan kuat menahan deretan transaksi tanpa henti. Lewat eksekusi yang dijalankan sendiri oleh komunitasnya akhir pekan ini, batu pijakan pertama menuju kapasitas itu resmi dipasang.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




