📅 Selasa, 21 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Rial Iran Ambles ke 1,95 Juta per Dolar Usai Serangan AS - Anehnya Kripto Sama Sekali Tak Bergerak

Rial Iran Ambles ke 1,95 Juta per Dolar Usai Serangan AS - Anehnya Kripto Sama Sekali Tak Bergerak

Nilai tukar rial Iran baru saja menembus titik nadirnya. Laporan Cointelegraph pada 20 Juli 2026 menunjukkan mata uang itu anjlok ke rekor terendah sepanjang masa, mendarat di angka 1,95 juta per dolar AS. Ambruknya nilai tukar ini merupakan imbas langsung dari tekanan Amerika Serikat yang kembali diperbarui. Ditambah dengan kesepakatan gencatan senjata yang akhirnya runtuh, ekonomi Iran kini semakin terdorong masuk ke dalam krisis yang lebih dalam.

Situasi geopolitik makin memanas setelah munculnya sejumlah laporan mengenai serangan Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas nuklir Darkhovin milik Iran. Eskalasi konflik semacam ini biasanya memicu ketakutan di pasar finansial global dan langsung menguras likuiditas dari berbagai instrumen investasi berisiko tinggi. Pelaku pasar umumnya langsung memindahkan uang mereka dari aset berisiko ke tempat yang lebih aman di tengah ketidakpastian perang.

Anomali di Tengah Konflik Geopolitik

Anehnya, ketegangan militer dan krisis ekonomi di kawasan Timur Tengah itu sama sekali belum mengguncang pasar aset digital. Menurut catatan Benzinga, deretan aset kripto utama mulai dari Bitcoin, Ethereum, XRP, hingga Dogecoin masih bertahan relatif flat. Tidak terlihat adanya tanda-tanda kepanikan atau aksi jual massal dari para pemegang aset, seolah pasar kripto menolak tunduk pada realitas geopolitik yang sedang memanas.

Meski terlihat tenang, kondisi tanpa arah ini justru membuat para analis menyalakan sinyal waspada. Ketidakpastian harga diyakini menyembunyikan potensi pergerakan masif. Ada level harga kritis pada grafik Bitcoin saat ini yang, jika berhasil dilewati, sewaktu-waktu bisa memicu ledakan harga layaknya supernova. Ketenangan sementara yang terlihat di permukaan bisa jadi hanyalah fase konsolidasi panjang sebelum pasar membuat keputusan akhir ke mana arah tren berikutnya berjalan.

Dua Skenario Ekstrem Menanti Bitcoin

Pandangan optimis datang dari analis kripto Michaël van de Poppe. Ia melihat Bitcoin telah berhasil mengamankan pijakan utamanya dengan mempertahankan area support di angka $61.000. Lebih jauh, pergerakan harga yang ada telah membalik garis moving average penting kembali menjadi benteng support. Pola teknikal ini mengindikasikan adanya momentum lanjutan ke arah atas bagi Bitcoin. Jika resistensi terdekat di atasnya berhasil ditembus, target teknikal berikutnya membuka peluang harga naik hingga menyentuh angka $80.000 pada bulan Agustus nanti.

📌 Baca JugaKorea Selatan Kunci Uang Subsidi di Blockchain - 500 Ribu Warga Masuk Eksperimen CBDC Fase 2

Namun, tidak semua pengamat sepakat dengan proyeksi optimis itu. Analis bernama nichoxbt membawa perhitungan yang jauh lebih berhati-hati. Ia berpendapat bahwa harga Bitcoin belum sepenuhnya aman dari tarikan ke bawah. Masih ada peluang harga kembali merosot hingga jatuh menembus batas di bawah level $60.000.

Bagi para pedagang kripto, mendatarnya pasar hari ini bukanlah jaminan untuk esok hari. Garis $61.000 kini menjadi batas tipis yang memisahkan antara kemungkinan lonjakan menuju $80.000 atau justru awal dari koreksi dalam yang dipicu memanasnya krisis global.

Dilansir dari @Cointelegraph di X.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share