📅 Rabu, 22 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
DOJ Bidik $25 Juta Kripto dari Lima Sindikat Penipu - Romance Scam Jadi Penyumbang Terbesar

DOJ Bidik $25 Juta Kripto dari Lima Sindikat Penipu - Romance Scam Jadi Penyumbang Terbesar

Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengajukan permohonan penyitaan lebih dari $25 juta kripto dari lima investigasi terpisah yang menyasar jaringan penipuan investasi dan romance scam internasional. Dari total aset incaran itu, porsi terbesarnya mencapai $12,1 juta yang berasal dari satu jaringan romance scam. Dalam kasus ini, para pelaku membujuk lebih dari 200 korban untuk menyetorkan uang mereka ke dalam platform investasi kripto palsu.

Pembongkaran jaringan penipuan ini bermula dari informasi yang dibagikan oleh otoritas Kanada pada penghujung tahun 2024. Mereka mendeteksi adanya pola aktivitas keuangan mencurigakan yang melintasi batas negara. Berbekal temuan awal itu, tim penyelidik AS kemudian melacak jejak lebih dari 270 transaksi dari para korban, yang pada akhirnya memicu permohonan perampasan dana senilai $10,4 juta oleh DOJ.

Hasil pelacakan aliran dana menunjukkan bahwa inti dari operasi pencucian uang untuk kelima kasus ini beroperasi di kawasan Asia Tenggara. Analisis mendalam terhadap alamat IP pelaku berujung pada lokasi server yang tersebar di China, Malaysia, dan Kamboja. Jika pengadilan menyetujui penyitaan ini, para korban yang memenuhi syarat memiliki peluang untuk mendapatkan kembali sebagian uang mereka setelah proses hukum civil forfeiture rampung.

Daftar Panjang Hasil Sitaan

Penyitaan $25 juta ini menambah catatan tangkapan Scam Center Strike Force. Sejak pertama kali diresmikan pada bulan November 2025 oleh Jaksa Agung Jeanine Ferris Pirro, satuan tugas khusus ini terus memburu aset digital para penjahat dan kini telah memulihkan dana hingga melampaui $800 juta.

Langkah hukum melalui jalur perampasan sipil menjadi cara andalan pemerintah untuk memutus aliran dana kriminal. Sebagai perbandingan, pada bulan Maret 2026 lalu, sebuah pengadilan di Massachusetts menggunakan mekanisme yang persis sama untuk menyita 327.829,72 USDT. Kasus itu juga melibatkan sindikat romance scam, di mana dana korban ditukar ke dalam bentuk stablecoin Tether sebelum akhirnya disebar meluas ke banyak dompet kripto untuk mengelabui pelacak.

Sasaran perampasan aset tidak terbatas pada penipuan. Pada bulan Juli 2025, DOJ juga mengajukan perampasan Bitcoin senilai sekitar $2,3 juta yang seluruhnya terhubung dengan kelompok ransomware Chaos.

Stablecoin Balance Coin Anjlok 99% Akibat Eksploit 42DAO - Penyerang Curi $915 Ribu Lewat Celah Oracle📌 Baca JugaStablecoin Balance Coin Anjlok 99% Akibat Eksploit 42DAO - Penyerang Curi $915 Ribu Lewat Celah Oracle

Memutus Urat Nadi Kartel

Selain mengejar sindikat penipu di Asia, otoritas AS terus mempersempit ruang gerak kelompok kriminal bersenjata yang memanfaatkan kripto. Pada Maret 2026, Departemen Keuangan AS resmi menjatuhkan sanksi ekonomi pada dua jaringan besar yang menyokong Kartel Sinaloa dari Meksiko.

Kartel ini terbukti memanfaatkan jalur kripto untuk mengirimkan uang hasil perdagangan fentanil ke luar batas negara. Merespons temuan ini, Departemen Keuangan membidik sejumlah alamat dompet Ethereum yang menjadi jembatan transfer dana bagi kartel, lalu memblokir segala bentuk interaksi keuangan dengan alamat target.

Rantai panjang penyitaan ini menegaskan satu hal: jejak digital di blockchain tidak akan pernah benar-benar terhapus, dan uang yang dicuri perlahan menemukan jalan pulang ke tangan pemilik aslinya. Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share