Pineapple Financial menaruh lebih dari $1 miliar data rekaman hipotek residensial ke dalam Injective. Volume perpindahan data mencakup 2.079 rekaman individu, naik dari angka 1.259 rekaman saat inisiatif awal bergulir pada Desember 2025.
Laju pemindahan data membuka jalan bagi target Pineapple untuk memigrasikan total 29.000 data hipotek berpendanaan senilai lebih dari $10 miliar ke blockchain layer-1 yang memusatkan fungsinya pada aplikasi keuangan.
Namun ada pemisah antara proyek perpindahan basis data ini dengan model bisnis tokenisasi konvensional.
Sekadar Data, Bukan Hak Milik
Token PAPL0 yang terbit di atas jaringan bertugas murni untuk melacak rekaman hipotek onchain, bukan mewakili kepemilikan pinjaman atau aset properti fisik pembelinya. Setiap unit token mengemas lebih dari 500 titik data untuk tiap hipotek, termasuk detail beban tingkat pinjaman. Muatan ratusan variabel pendukung ini dimanfaatkan untuk mempercepat verifikasi, memperjelas jejak audit, dan mendalami analisis risiko investasi.
Walau aset tidak memberi hak atas rumah fisik, kapitalisasi pasar token PAPL0 berada pada tingkat $1,1 miliar. Pencatatan Token Terminal menunjukkan valuasi aset pelacak data hipotek beranjak naik 48,2% dalam rentang sembilan bulan terakhir.
Keterlibatan Pineapple juga lebih dalam dari batas penyewa infrastruktur jaringan biasa. Perusahaan menempatkan kas treasury aset digital terpisah sebesar $100 juta dalam wujud token INJ dan mendelegasikan bursa Kraken sebagai validator utama yang bertugas mengelola kepemilikan Injective mereka.
Mengukur Porsi Real Estate di Pasar RWA
Manuver Pineapple ke ranah tokenisasi properti menambah volume uang pada sektor yang berdasarkan agregator data RWA.xyz baru menyentuh nilai terdistribusi sebesar $226,5 juta. Nominal perumahan token terlihat mengecil bila disejajarkan dengan ukuran total pasar seluruh kategori Real World Asset (RWA) yang menginjak angka $38,8 miliar.
๐ Baca JugaModal $680 Juta Mengalir ke Kripto Asia Tenggara di 2026 - Tapi 60% Jatuh ke Tangan Satu Perusahaan
Meski porsi adopsinya belum mendominasi, pergerakan properti masuk ke ekosistem blockchain mulai menjalar lintas benua. Dubai Land Department baru meluncurkan tahap kedua program percontohan tokenisasi real estate pada bulan Februari, meneruskan fase perdana yang menokenisasi properti senilai $5 juta ke jaringan XRP Ledger.
Rentang jarak antara fase percontohan bernilai jutaan dolar di Dubai menuju penerapan basis data miliaran dolar Pineapple menjadi penanda matangnya adopsi. Pelaku keuangan menaruh kepercayaan ke dalam buku besar terdesentralisasi bukan sebagai alat tukar melainkan mesin arsip permanen untuk pencatatan institusional.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Modal $680 Juta Mengalir ke Kripto Asia Tenggara di 2026 - Tapi 60% Jatuh ke Tangan Satu Perusahaan
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




