Dua karyawan Binance akhirnya kembali menghirup udara bebas pada 20 Agustus 2026. Keduanya dilepaskan otoritas Uni Emirat Arab setelah sempat dicegat dan ditahan di bandara beberapa minggu terakhir. Menurut konfirmasi bursa kripto itu, dua stafnya ini diwajibkan menjawab rentetan pertanyaan seputar pergerakan dana milik pihak ketiga yang melintasi rekening klien di platform mereka.
Kabar penahanan ini tidak datang dari pengumuman kepolisian setempat. New York Times menjadi pihak pertama yang melaporkan insiden pencegatan ini dengan mengutip empat sumber berbeda. Binance kemudian merilis pernyataan lanjutan kepada Reuters, membenarkan bahwa karyawannya memang memberikan keterangan di hadapan petugas. Perusahaan menolak pemakaian kata investigasi dan lebih suka menyebut proses itu sebagai sekadar permintaan keterangan rutin.
Bukan Target Utama Kepolisian
Dalam kasus kali ini, manajemen menegaskan bahwa staf mereka bukanlah subjek hukum utama. Penyelidikan kepolisian sepenuhnya berpusat pada aliran uang spesifik milik pihak ketiga. Sampai saat ini, baik jenis transaksinya, identitas entitas di balik kendali dana, maupun pihak yang menjadi penerima uang sama sekali tidak diungkap ke hadapan publik.
Binance menyatakan dengan jelas bahwa tidak ada tuduhan formal yang dijatuhkan kepada staf mereka. Meski begitu, klaim bahwa kedua karyawan sudah bersih sepenuhnya saat ini bersandar murni pada pernyataan dari perusahaan. Belum ada rilis pengumuman kepolisian maupun catatan pengadilan yang mengkonfirmasi status bebas ini.
Pihak bursa juga buru-buru menepis kesamaan kasus ini dengan penahanan yang terjadi di Nigeria awal 2024 lalu. Saat itu, salah satu eksekutif Binance bernama Tigran Gambaryan sempat ditahan dan mendapat dakwaan pidana di pengadilan sebelum kasusnya ditarik mundur.
Status Lisensi di Dubai Aman
Insiden di bandara ini dipastikan tidak mengganggu operasional harian Binance di kawasan Timur Tengah. Status lisensi operasi mereka di Dubai tidak berubah. Otoritas Pengatur Aset Virtual (VARA) masih mencatat entitas Binance FZE dalam daftar penyedia berlisensi yang aktif melayani nasabah.
๐ Baca JugaCapital.com Beralih dari Sekadar CFD, Nasabah UAE Kini Bisa Beli Kripto Asli Lewat Lisensi Federal Baru
Lisensi VASP Dubai ini merupakan capaian penting yang baru mereka kantongi pada April 2024 lalu. Izin operasional itu memberi mereka lampu hijau menjalankan berbagai fungsi bursa. Cakupannya meliputi pertukaran aset kripto, operasional broker, peminjaman dana, hingga manajemen investasi bagi investor ritel, terkualifikasi, dan institusional.
Binance memastikan mereka terus berkooperasi dengan Kepolisian Dubai dan otoritas hukum emirat lainnya. Mereka ikut menyusun prosedur yang lebih transparan buat menangani insiden serupa. Pihak bursa berpendapat bahwa alur transaksi kripto dan pengaturan akun dana klien institusional masih terasa asing bagi sebagian aparat. Diskusi panjang dengan pejabat UAE ini diharapkan membuahkan prosedur koordinasi yang lebih jelas buat melindungi staf lapangan mereka kelak.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




