MANTRA Chain menghentikan total produksi blok pada Kamis, 21 Agustus 2026, pukul 23:44 UTC. Pembekuan jaringan ini memicu kejatuhan 18,5% pada harga token MANTRA (OM) yang menyentuh rekor terendah baru di angka $0,00413, beriringan dengan lonjakan volume perdagangan 591% menjadi lebih dari $22,7 juta. Angka volume perdagangan sebesar itu menandakan kepanikan di kalangan pemegang token.
Jejak data menunjukkan blok terakhir yang diproduksi adalah blok #17.449.398 pada pukul 23:13 UTC, sementara tim MANTRA baru mempublikasikan pemberitahuan insiden 31 menit kemudian. Akibat pemadaman ini, halaman status MANTRA mengonfirmasi lumpuhnya seluruh komponen penting jaringan. Kelumpuhan ini mempengaruhi fungsi validator, titik akses blockchain publik, migrasi MANTRA Bridge, hingga relai komunikasi antar-jaringan (IBC) yang dikelola langsung oleh proyek.
Transaksi On-Chain Mati, Bursa Terpusat Tetap Jalan
Menyusul terhentinya produksi blok, berbagai bursa kripto besar seperti Upbit bertindak cepat dengan menangguhkan fitur deposit dan penarikan untuk token OM. Kendati lalu lintas di atas blockchain mandek, aktivitas perdagangan di dalam bursa terpusat (CEX) tetap berlanjut tanpa hambatan karena transaksi internal bursa tidak bergantung pada validasi on-chain.
Penurunan harga yang tajam memangkas kapitalisasi pasar token ke kisaran $27,8 juta untuk pasokan beredar sebanyak 6,3 miliar OM. Meski harga sempat memantul perlahan ke kisaran $0,0044 hingga $0,0045, token ini masih mencatat penyusutan harian sekitar 9,8% dan kejatuhan mingguan yang mencapai 12,8%.
Apa Penyebab Utamanya?
Dalam pengumumannya, tim MANTRA beralasan penghentian blok itu diterapkan sebagai tindakan pencegahan saat mereka menyelidiki sebuah insiden yang tidak dikenal. Mereka belum membeberkan akar masalahnya sama sekali. Para pengguna dibiarkan menunggu tanpa kejelasan soal kemungkinan adanya dana yang dicuri atau jadwal pasti pemulihan jaringan.
Pihak pengembang hanya memberikan satu instruksi pasti kepada komunitas: jangan mempercayai tawaran pemulihan atau rute darurat dari pihak ketiga. Penawaran layanan perbaikan dana adalah taktik usang komplotan penipu yang kerap mencari mangsa baru setiap kali ada sebuah blockchain yang mengalami gangguan fatal.
๐ Baca JugaColdcard Rilis Firmware Baru Pasca Insiden 1.082 BTC - Namun Pemilik Seed Lama Tetap Wajib Kosongkan Dompet
Riwayat Kolaps yang Terus Berulang
Jatuhnya token ke harga $0,00413 adalah dasar terendah dari struktur tokenomik yang baru berumur beberapa bulan. Angka ini berasal dari denominasi ulang usai token MANTRA dipecah dengan rasio 1 banding 4 pada bulan Maret 2026, sehingga riwayat harganya tidak bisa dibandingkan langsung dengan pencapaian OM versi lama.
Proyek MANTRA sendiri sudah kenyang dengan hantaman pasar. Token OM versi lawas mereka pernah kehilangan lebih dari 90% nilainya ketika kolaps menimpa proyek itu di tahun 2025. Saat itu, pengembang mengklaim penyusutan nilai ini adalah buntut dari gelombang likuidasi paksa di bursa. Kejadian itu memicu perombakan internal besar-besaran yang diawali dengan gelombang pemutusan hubungan kerja karyawan pada Januari 2026.
Sejak bulan Juni lalu, Inveniam Capital Partners telah mengambil alih MANTRA lewat sebuah kesepakatan akuisisi, menyusul suntikan dana sebesar $20 juta yang digelontorkan setahun sebelumnya. Sebagai pemilik baru, mereka berambisi membangkitkan proyek ini dengan menyiapkan dana $108,8 juta khusus untuk inisiatif aset dunia nyata (RWA) dalam empat tahun ke depan. Namun, bagi investor ritel yang dananya tertahan di dalam jaringan malam ini, janji empat tahun ke depan tidak ada artinya dibandingkan satu blok konfirmasi. Matinya jaringan mengingatkan para pendukungnya bahwa fondasi yang rapuh bisa runtuh kapan saja. Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




