📅 Kamis, 23 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Dua Lembaga Transfer AS Desak SEC Blokir Token Saham Pihak Ketiga - Bursa Konvensional Justru Gencar Buka Jalur Resmi

Dua Lembaga Transfer AS Desak SEC Blokir Token Saham Pihak Ketiga - Bursa Konvensional Justru Gencar Buka Jalur Resmi

📚 Istilah di Artikel Ini:

Gebrakan tokenisasi saham mendapat rem mendadak dari dua institusi pencatat sekuritas Amerika Serikat. Continental Stock Transfer & Trust Company (CSTT) dan Securities Transfer Association (STA) resmi mengirim surat kepada SEC Crypto Task Force. Mereka mendesak otoritas membatasi peredaran token saham yang dibuat tanpa persetujuan emiten asal.

Dua lembaga ini mendukung penuh program tokenisasi yang disponsori langsung oleh emiten. Masalah utamanya ada pada token saham yang dicetak pihak ketiga tanpa otorisasi perusahaan bersangkutan. Praktik ini dinilai membuka celah kekacauan data kepemilikan aset.

Kenapa Token Tanpa Izin Dianggap Berbahaya

Risiko paling mendasar ada pada persepsi pembeli. Investor bisa keliru menganggap token pihak ketiga itu setara dengan memiliki saham langsung. Pada kenyataannya, tidak ada ikatan hukum apa pun antara pembeli token dengan perusahaan yang sahamnya dijadikan rujukan.

CSTT merinci dampak buruk peredaran token tidak sah bagi operasional korporat. Kehadirannya berisiko merusak integritas catatan pemegang saham, mengacaukan proses pemungutan suara, pembagian dividen, penawaran tender, hingga pemecahan saham. STA mempertegas peringatan itu dengan deretan ancaman lain: perdagangan orang dalam, manipulasi pasar, lolosnya penyaringan sanksi, sampai pelanggaran pembatasan transfer.

Sikap tegas ini sejalan dengan pandangan SEC Commissioner Hester Peirce pada Juli 2025. “Teknologi blockchain tidak punya kemampuan ajaib untuk mengubah sifat dari aset yang mendasarinya. Sekuritas yang ditokenisasi tetaplah sekuritas,” kata Peirce.

Jalur Resmi Justru Makin Ramai

Desakan pembatasan ini muncul ketika bursa konvensional rajin bereksperimen dengan blockchain. NYSE sudah menggandeng Securitize untuk membangun platform sekuritas tokenisasi. Regulator juga telah menyetujui proposal Nasdaq untuk saham yang bisa diperdagangkan dan diselesaikan penuh dalam wujud token.

Clarity Act Siap Masuk Lantai Senat - Imbas Larangan Pejabat Pegang Kripto Batal Dipermanenkan📌 Baca JugaClarity Act Siap Masuk Lantai Senat - Imbas Larangan Pejabat Pegang Kripto Batal Dipermanenkan

Lembaga kliring DTCC bahkan rampung menguji tokenisasi atas daftar panjang aset besar, mulai dari Microsoft, Circle, Invesco QQQ, State Street SPDR S&P 500 ETF, hingga BlackRock iShares. Konteks regulasi ini bertambah krusial karena bursa kripto seperti Coinbase, Kraken, dan Binance masing-masing mulai menghubungkan pengguna mereka ke produk pasar tradisional.

Sebagai solusi, CSTT meminta SEC segera memodernisasi dokumen registrasi demi memberi jalan bagi program tokenisasi resmi dari emiten. Mereka menolak keras usulan pemberian pengecualian inovasi untuk token pihak ketiga yang tak menyediakan perlindungan bagi pemodal.

Bagi investor ritel, pesannya ringkas: memegang token yang memakai nama korporasi besar tidak otomatis membuat Anda menjadi pemegang saham perusahaan itu. Pintu bursa kripto menuju pasar tradisional memang perlahan terbuka lebar, tapi pastikan Anda tidak masuk melalui jalur tak berizin.

Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share