Goldman Sachs menyebut kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September sangat tidak mungkin terjadi. Chief Economist Goldman Sachs Jan Hatzius merilis catatan untuk klien berdasarkan deretan data ekonomi yang melemah, mulai dari angka penjualan ritel, tingkat pengangguran, hingga laju inflasi yang melambat.
Hatzius menilai ekspektasi pasar saat ini keliru. “Kami masih berpikir pricing pasar untuk funds rate terlalu hawkish,” tulisnya. Ia memperkirakan langkah pertama The Fed baru akan diambil pada bulan Desember, dan memproyeksikan angka inflasi naik kembali pada awal tahun 2027. Hitungan ini sejalan dengan pandangan Adam Posen dari Peterson Institute yang hanya melihat peluang sebesar 25% untuk kenaikan suku bunga bulan depan. Data bursa dari CME FedWatch juga memperlihatkan probabilitas kenaikan 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4% saat ini cuma menyentuh 30,6%, sementara mayoritas pelaku pasar berekspektasi angkanya tidak berubah.
Arus Institusi Putar Balik Jadi Pembeli
Ekspektasi tertahannya suku bunga bertepatan dengan melemahnya mata uang Amerika Serikat. Dollar Index (DXY) turun ke level 99,29 - titik terendahnya sejak 5 Juni lalu, sekaligus menjebol garis tren bullish ke arah bawah. Pelemahan dolar punya rekam jejak historis yang terbukti menguntungkan Bitcoin beserta aset berisiko lainnya.
Modal besar langsung bergerak merespons arah makro ini. ETF spot Amerika Serikat menyerap masuk lebih dari 14.000 BTC dalam kurun lima hari hingga tanggal 7 Agustus - laju akumulasi paling kuat sejak bulan Mei lalu. Angka ini menandai pergeseran mendasar dalam perilaku modal institusional. Setelah mencatat arus keluar hingga 110.000 BTC pada paruh kedua kuartal kedua, siklus perdagangan kuartal ketiga kini berbalik membukukan arus masuk bersih sekitar 11.000 BTC.
๐ Baca JugaJaringan Yuan Digital China Tembus 30 Operator - Kini Saldo e-CNY Berbunga dan Dijamin Asuransi
Jebakan Likuidasi di Tengah Pasar Sepi
Meski instrumen investasi bursa menyerap dana segar, pergerakan harga Bitcoin di pasar spot masih tertidur. Aset ini diperdagangkan pada kisaran harga $63.299, tertahan kuat di dalam rentang angka yang sempit semenjak awal bulan Juli. Transaksi harian praktis berjalan ekstra lambat - volume perdagangan spot anjlok ke titik terendah dalam dua setengah tahun terakhir, volume perpetual merosot ke level paling sepi dalam tiga tahun, dan tingkat volatilitas menetap di dekat dasar multi-tahun.
Di balik layar perdagangan yang tampak membeku, taruhan kontrak berjangka justru terus menumpuk. Open interest perpetual konstan bertahan di atas level 300.000 BTC sepanjang musim panas ini. Kombinasi antara likuiditas pasar reguler yang tipis dan tumpukan posisi kontrak derivatif terbuka yang masif berpotensi menjebak para trader ke dalam rentetan likuidasi paksa yang tajam - entah meledak ke arah atas maupun tersapu ke bawah. Dilansir dari CoinDesk.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




