Harga token DEXE hancur dari titik tertingginya di $49,43 menuju level $1,56 hanya dalam 11 hari. Kejatuhan nilai 96,8 persen ini memicu pencarian jejak on-chain, dan sebuah platform kustodi institusional muncul sebagai pemindah dana terbesar di luar pengawasan bursa terbuka.
Data pelacakan dari analis on-chain Ai Yi menunjukkan Ceffu memindahkan 797.917 DEXE ke Binance melalui enam transaksi terpisah sejak 13 Juli 2026. Saat rentetan transaksi ini masuk ke radar blockchain, nilai totalnya tertulis di angka $6,15 juta. Tapi jika ditarik mundur ke masa sebelum harga token ambruk, estimasi nilai efektif kumpulan aset ini mencapai $39,44 juta.
Aktivitas Ceffu langsung menonjol dibanding lalu lintas jaringan lainnya. Platform kustodi ini menjadi satu-satunya entitas di luar bursa yang tercatat memindahkan DEXE dengan nilai lebih dari $1 juta.
Posisi Jual Sebelum Token Bergerak
Titik paling penting dari temuan ini bukan pada ke mana tokennya pergi, melainkan bagaimana mekanisme pelepasannya. Ceffu memiliki layanan bernama MirrorX. Fasilitas ini memungkinkan aset kripto tetap berdiam di dompet kustodi Ceffu, sementara pemiliknya leluasa membuka posisi trading di bursa.
Karena penyelesaian transfer on-chain baru dilakukan belakangan, sebuah entitas institusional bisa membuka posisi jual di bursa jauh sebelum tokennya terlihat bergerak membanjiri jaringan blockchain. Mekanisme ini menutupi jejak awal dari pemantau publik.
Ai Yi mencatat tidak ada bukti yang menunjukkan tim inti DEXE menyimpan porsi token mereka di Ceffu. Sebagian besar pasokan token yang terkait langsung dengan proyek masih berada di tempat yang semestinya, terkunci aman di dompet treasury DAO dan kontrak penguncian resmi tim.
Meski begitu, pelacakan Ai Yi menemukan rantai koneksi antar entitas. DEXE diketahui memiliki kemitraan dengan Falcon Finance, dan Falcon Finance menggunakan jasa Ceffu untuk urusan kustodi aset. Pada saat yang sama, nama DWF Labs juga terdaftar sebagai salah satu mitra DEXE.
📌 Baca JugaRegulator Thailand Gugat Pidana Bitkub - Bursa Terbesar yang Diduga Tutupi Peretasan $50 Juta Demi Cegah Bank Run
Deretan Kasus Serupa Sepanjang Bulan
Walau rantai koneksi ini ada, kesimpulan Ai Yi sejauh ini masih murni spekulatif. Belum ada satu pun bukti langsung yang mengikat DWF Labs, Falcon Finance, maupun tim DEXE dengan aksi jual beruntun yang meruntuhkan harga ini.
Insiden ini menambah daftar altcoin yang harganya ambruk mendadak dalam waktu singkat. Pada 3 Juli lalu, token LAB kehilangan 60 persen nilainya setelah detektif kripto ZachXBT membongkar dugaan orang dalam menguasai 95 persen pasokan beredar. Mundur ke 9 Juni, Humanity Protocol mengalami hal serupa dengan harga anjlok 80 persen akibat kebocoran private key.
Fasilitas kustodi luar bursa dirancang untuk meminimalkan dampak pergerakan dana besar. Namun bagi trader ritel yang biasa mengambil sinyal dari pergerakan on-chain reguler, kejadian ini jadi pengingat keras. Data blockchain yang terlihat hari ini bisa jadi sekadar pelunasan dari posisi jual yang sudah tereksekusi di tempat lain.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




