Emas baru saja membukukan kinerja kuartalan terburuknya dalam 13 tahun terakhir. Komoditas penyimpan nilai ini mencatat penurunan hingga 14,1% sepanjang kuartal kedua 2026, yang terdalam sejak kuartal kedua 2013. Namun, sebuah paradoks terjadi di pasar kripto: saat investor tradisional menahan diri, cadangan emas fisik yang menopang Tether Gold (XAUt) justru bertambah 9,5% pada periode yang sama.
Perilaku ini membalikkan kebiasaan pasar yang biasanya lari saat aset sedang turun. Pemegang XAUt melihat kejatuhan harga emas bukan sebagai sinyal bahaya, melainkan diskon. Mereka memborong aset fisik itu dengan memanfaatkan kemudahan transaksi lewat tokenisasi.
Pola Beli di Tengah Diskon
Sikap berani masuk saat harga turun ini tercermin jelas pada data transaksi dan adopsi terbaru. Meskipun nilai komoditas tokenisasi di pasar ikut merosot 4,2% ke $4,58 miliar dalam 30 hari terakhir akibat penurunan harga aset dasarnya, minat pasar tidak surut. Jumlah pemegang aset tokenisasi justru naik 6,5% menjadi 253.000 dompet.
CEO Tether Paolo Ardoino menyoroti pergeseran mentalitas investor ini. “Pemegang Tether Gold tidak hanya membeli XAUt saat harga emas naik,” kata Ardoino. “Mereka menggunakan periode kelemahan pasar untuk menambah kepemilikan emas fisik.”
Penambahan cadangan emas 9,5% di kuartal kedua ini menyambung momentum yang terbangun sejak awal tahun. Pada kuartal pertama lalu, cadangan emas fisik XAUt melonjak 36%, menembus angka 707.747 fine troy ounce. Pada akhir kuartal pertama, total cadangan itu bernilai $3,3 miliar. Lonjakan berturut-turut ini memantapkan posisi Tether Gold sebagai produk komoditas tokenisasi terdistribusi terbesar di pasar, dengan kapitalisasi menembus $2,4 miliar per Senin.
Kenapa Izin Syariah Jadi Kunci
Akumulasi cadangan ini dibarengi manuver perluasan pasar dari penerbitnya. Bulan Juli ini, Tether Gold mengantongi sertifikasi Syariah dari Amanah Advisors. Label kepatuhan ini bukan dokumen administratif biasa, melainkan kunci pembuka gerbang ke institusi keuangan Islam - segmen pasar yang bermodal besar namun ketat menyeleksi instrumen investasi.
Bagi institusi keuangan Islam, emas selalu menjadi instrumen investasi yang aman dan memenuhi kaidah agama. Kini, dengan adanya sertifikat Syariah pada XAUt, institusi-institusi ini mendapat kepastian legal dan religius untuk masuk ke pasar emas digital. Izin ini membuka jalur dana segar baru untuk terus memompa cadangan emas fisik Tether Gold di masa depan.
📌 Baca JugaSamsung Jadikan 800 Juta HP Galaxy Jalur Stablecoin - Tapi Manuver Aslinya Ada di Saham $408 Juta
Instrumen Lama, Mesin Baru
Apa yang terjadi pada XAUt hari ini adalah peleburan antara keandalan aset tradisional dan kelincahan infrastruktur web3. Investor mencari tempat berlindung pada emas saat ketidakpastian tinggi, tapi mereka menuntut kemudahan eksekusi seperti membeli token kripto.
Tidak ada prosedur rumit pembelian emas batangan atau antrean di meja broker. Saat layar menunjukkan harga emas sedang merosot tajam, pemegang kripto bisa langsung menekan tombol beli di bursa dan otomatis mengklaim kepemilikan emas di brankas. Jatuhnya harga emas di dunia nyata kini langsung direspons dengan aksi borong di dunia maya.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




