Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk New York Stock Exchange (NYSE), resmi bermitra dengan trade[XYZ] untuk membangun bursa perpetual futures di Amerika Serikat. Memanfaatkan fondasi infrastruktur Hyperliquid, bursa ini disiapkan untuk beroperasi penuh 24 jam setiap hari.
Langkah ini mempertemukan operator pasar teregulasi berpengalaman lebih dari 25 tahun dengan penyedia infrastruktur terdesentralisasi.
Melalui perantara pialang mitra, pasar baru ini disiapkan melayani pengguna di AS yang memenuhi syarat kualifikasi. Ragam produk yang ditawarkan mencakup kontrak perpetual untuk saham, indeks ekuitas, komoditas, valuta asing, hingga aset kripto.
Pembagian Peran Antara ICE dan trade[XYZ]
Kedua pihak membagi tanggung jawab sesuai keahlian masing-masing. ICE menyumbangkan pengalaman operasional pasar teregulasi selama lebih dari seperempat abad, penanganan kliring transaksi, serta tata kelola manajemen risiko. Di sisi lain, trade[XYZ] bertugas menyediakan tumpuan teknologi dan infrastruktur pasar terdesentralisasi yang berjalan di Hyperliquid.
Investasi strategis ikut memperkuat kolaborasi. ICE menyuntikkan modal ke trade[XYZ] dengan nominal dana yang dirahasiakan kedua pihak. Bersamaan dengan langkah itu, miliarder kawakan Stan Druckenmiller ikut bergabung dalam jajaran investor yang mendanai inisiatif perdagangan baru ini.
Dominasi Kuartal Kedua dan Lonjakan HYPE
Di jaringan Hyperliquid, trade[XYZ] memegang posisi transaksi yang kuat. Sejak Oktober 2025, trade[XYZ] mencatat volume perdagangan kumulatif lebih dari $650 miliar di jaringan itu. Khusus pada kuartal kedua 2026, volume perdagangannya mencapai $202,36 miliar, menguasai 95,1% dari seluruh pangsa volume HIP-3.
Pengumuman kemitraan dengan pemilik NYSE langsung menggerakkan pasar aset kripto. Token Hyperliquid (HYPE) melonjak hingga 13% dan menyentuh harga $91 tak lama setelah pengumuman kerja sama ini dipublikasikan ke publik.
Kapan Bursa Ini Mulai Beroperasi?
Kendati infrastruktur teknis telah disiapkan, bursa baru ini belum bisa langsung memproses transaksi. Rencana pembentukan bursa kontrak berjangka dan infrastruktur kliring khusus di wilayah AS masih harus menunggu persetujuan resmi dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
๐ Baca JugaDTCC Bawa Sekuritas $30 Triliun ke Blockchain - Konversi Aset Tuntas dalam 15 Menit
Bagi pelaku pasar di AS yang memenuhi kriteria, bursa ini menjanjikan akses kontrak perpetual untuk saham hingga aset kripto lewat pialang mitra. Namun sebelum izin resmi dari CFTC diterbitkan, perdagangan 24 jam ini belum bisa diakses oleh publik.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: NBA Gandeng Kalshi dan Polymarket Jadi Mitra Resmi - Saat Utah Gugat Biaya Hingga $61 Juta
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




