📅 Kamis, 23 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Inggris Hukum HTX Karena Dituduh Salurkan $1,5 Miliar ke Rusia - Tapi Daftar Blokirnya Basi Dalam Hitungan Jam

Inggris Hukum HTX Karena Dituduh Salurkan $1,5 Miliar ke Rusia - Tapi Daftar Blokirnya Basi Dalam Hitungan Jam

Inggris baru saja menghukum HTX karena dituduh menyalurkan dana ke Kremlin, tetapi bursa milik Justin Sun itu membalas dengan cara berbeda. Alih-alih sekadar melawan di pengadilan, mereka merombak alamat wallet deposit dan hot wallet dalam hitungan jam.

TRM Labs menerbitkan laporan pada Selasa yang memperlihatkan pergerakan ini terjadi serentak di empat jaringan utama: TRON, Ethereum, BNB Smart Chain, dan Solana. HTX mempensiunkan setiap alamat baru begitu cepat sehingga daftar blokir tradisional langsung lumpuh menahan aliran transaksi.

Target yang Terus Bergerak

Inggris menjatuhkan sanksinya pada 26 Mei 2026 lewat lembaga OFSI. Target utamanya adalah HTX dan sebuah entitas bernama jaringan A7 yang dituduh memfasilitasi aliran uang senilai $1,5 miliar ke Rusia untuk membiayai invasi ke Ukraina. Langkah ini merupakan kali pertama Inggris menarget bursa kripto sebesar HTX, platform yang mencatat volume perdagangan lebih dari $3 triliun sepanjang 2025.

Namun temuan TRM mengungkap bahwa metode OFSI tidak berguna di lapangan. Saat pihak berwenang mencatat alamat spesifik HTX ke dalam daftar hitam, bursa itu sudah memindahkan aliran uangnya ke alamat baru. TRM menyebutnya sebagai target yang terus bergerak, membuat aturan pemblokiran alamat menjadi basi seketika dalam hitungan jam. Taktik ini mengingatkan para analis pada Garantex, bursa Rusia yang disanksi pada Maret 2025. Bedanya, Garantex memilih bersembunyi dengan mengubah nama menjadi Grinex, sementara HTX mempertahankan identitas aslinya sambil terus mengganti infrastruktur wallet.

Satu Sanksi, Dua Dunia

Yang membuat pengejaran ini rumit bukan cuma soal perpindahan alamat di blockchain. Kewajiban membekukan aset saat ini hanya berlaku bagi perusahaan di bawah hukum Inggris. Regulator di Amerika Serikat lewat lembaga OFAC maupun otoritas Uni Eropa belum memasukkan HTX ke daftar sanksi mereka. Tanpa keseragaman itu, kewajiban pembekuan cuma jatuh ke firma yang terdaftar di Inggris, meski TRM mendesak pihak lain untuk memperlakukan HTX sebagai entitas dengan risiko tinggi penghindaran sanksi.

Aplikasi Ledger Zilliqa Bocorkan Private Key ke Publik - Lima Transaksi Cukup Buat Bobol Dompet📌 Baca JugaAplikasi Ledger Zilliqa Bocorkan Private Key ke Publik - Lima Transaksi Cukup Buat Bobol Dompet

Juru bicara HTX menepis tuduhan bahwa mereka sengaja menghindari hukum. Mereka beralasan pergantian ribuan wallet itu murni operasi rutin platform demi keamanan yang sudah lazim di industri kripto. Bantahan ini muncul di tengah rekam jejak HTX yang memang sudah diwarnai gesekan dengan hukum Inggris, menyusul sanksi dari otoritas FCA untuk kasus promosi ilegal kepada nasabah lokal.

Ujian Nyata Bagi Regulator

Bagi Justin Sun, tekanan terbaru dari Inggris ini datang tak lama setelah ia membereskan kasus penipuan dengan SEC pada awal 2026. Bagi penegak hukum yang membaca laporan TRM, ini adalah bukti bahwa memblokir alamat statis tak lagi bisa menekan entitas kripto besar. Kalau regulator mau memutus aliran dana di blockchain, mereka harus membongkar ulang aturan mainnya - atau terus melihat daftar larangan mereka jadi barang rongsokan setiap beberapa jam. Dilansir dari Decrypt.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share