📅 Selasa, 21 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Korsel Bongkar 40 Kasus Manipulasi Kripto - Tiap Tersangka Raup Rp14 Miliar

Korsel Bongkar 40 Kasus Manipulasi Kripto - Tiap Tersangka Raup Rp14 Miliar

📚 Istilah di Artikel Ini:

Dua tahun penuh sejak undang-undang pelindungan pengguna aset virtual diimplementasikan, pengawas keuangan Korea Selatan menemukan lebih dari 40 kasus perdagangan kotor di pasar kripto. Dari penelusuran itu, Financial Services Commission (FSC) merinci angka yang terang: pelaku kejahatan meraup keuntungan haram rata-rata 1,4 miliar won Korea atau sekitar $940.000 per kasus - setara dengan Rp14 miliar dari hasil mempermainkan order book di pasar bebas.

Ketua FSC Lee Eog-won mengumumkan catatan ini bertepatan dengan peringatan dua tahun berlakunya Virtual Asset User Protection Act pada Juli 2024. Regulator bergerak cepat merespons temuan pengawasan. Dari puluhan masalah yang masuk radar, komisi resmi melimpahkan 30 kasus ke lembaga investigasi untuk memulai prosedur hukum formal. Sepanjang pelacakan ini, negara juga sudah mengantongi identitas 25 tersangka utama di balik berbagai aksi curang yang merugikan kalangan investor ritel di bursa kripto nasional.

Wajah Manipulasi di Bursa

Dokumen laporan FSC membuktikan para manipulator memakai beragam metode untuk menguras uang pengguna. Rentetan pelanggaran yang ditindak mencakup manipulasi harga pasar klasik, pemanfaatan informasi rahasia untuk praktik insider trading, hingga wash trading yang dirancang guna memalsukan volume transaksi harian sebuah token. Praktik penipuan langsung dalam proses transaksi juga lazim ditemukan di pasar sekunder.

Celah inilah yang mendorong pemerintah merancang pagar pelindung menyeluruh lewat undang-undang perlindungan pengguna. Aturan ini memotong akar praktik penyalahgunaan dana, mewajibkan entitas penyedia layanan aset virtual (VASP) untuk memisahkan aset kripto pengguna dari pembukuan perusahaan. Demi menutup celah pencurian, seluruh deposit dana klien wajib disimpan di perbankan konvensional lokal.

Melalui payung regulasi yang sama, FSC memperoleh wewenang mutlak untuk masuk, mengawasi, dan memeriksa dapur bisnis VASP yang beroperasi di Korea Selatan. Kewenangan ini memberi ruang bagi regulator untuk bertindak sebelum penipuan bursa berubah menjadi kerugian masif bagi pengguna ritel yang menaruh dana mereka di platform.

📌 Baca JugaArus Kripto Nigeria Tembus $59 Miliar - Kini Presiden Tinubu Turun Tangan Rilis Aturan Baru

Mesin Melawan Anomali

Otoritas sadar bahwa menyaring jutaan titik data lewat tangan manusia adalah hal yang mustahil di industri yang berputar tanpa henti. Karena itu Lee berjanji akan mengubah cara negara mengawasi aset digital. Rencana besarnya berpusat pada upaya meningkatkan sistem pelacakan otomatis, mengerahkan jaringan investigasi berbasis kecerdasan buatan untuk menangkap anomali transaksi lebih awal.

Tindakan penertiban tegas ini sejalan dengan peta jalan jangka panjang ekonomi nasional. Korea Selatan berencana memasukkan kelas aset digital ke sistem manajemen aset negara yang baru. Kebijakan ini menegaskan niat pemerintah yang membersihkan ruang dari pemain kotor, bukan membunuh industri kripto itu sendiri.

Bagi siapa pun yang berniat merekayasa harga koin di bursa Korea Selatan, pesannya sudah tertulis jelas: robot pengawas akan menangkap gerak-gerik kalian. Dilansir dari Cointelegraph.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share