📅 Selasa, 28 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Kripto Hapus $100 Juta Imbas Saham Asia Runtuh - Kini Citadel Prediksi Kejutan Suku Bunga Fed

Kripto Hapus $100 Juta Imbas Saham Asia Runtuh - Kini Citadel Prediksi Kejutan Suku Bunga Fed

Gelombang jual bermula dari runtuhnya bursa saham Asia Timur dan langsung menyeret pasar kripto. Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok hampir 10% hingga memicu penghentian perdagangan paksa atau circuit breaker Level 1. Dua produsen cip utama, Samsung Electronics dan SK Hynix, memimpin kejatuhan dengan kerugian lebih dari 12%. Sentimen jual ini menyeberang cepat ke pasar global: indeks Nikkei Jepang melemah sekitar 4%, Philadelphia Semiconductor Index turun 2,2%, dan saham Nvidia menyusut 5% seiring penutupan pasar Amerika Serikat. Efek dominonya memukul aset digital seketika, menyapu posisi margin trader dengan total likuidasi kripto mencapai $100 juta hanya dalam tempo 60 menit menurut catatan WatcherGuru.

Rentetan tekanan ini memaksa Bitcoin turun 2,85% ke level $63.490 pada perdagangan 28 Juli. Harga koin tertua ini kembali terdesak ke batas bawah rentang pergerakan $60.000 hingga $66.000, dengan titik terendah harian sempat menyentuh $63.055. Pelarian modal juga menekan jalur perdagangan institusional. ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus dana keluar bersih sebesar $11,64 juta pada 27 Juli, dipimpin oleh produk IBIT kelolaan BlackRock yang melepas $8,82 juta.

Sinyal Kejutan dari Citadel

Tekanan dari bursa saham kini berhadapan dengan ketidakpastian kalender makroekonomi. Menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28 dan 29 Juli, Citadel Securities memproyeksikan bank sentral AS bersiap menaikkan suku bunga di luar dugaan pada minggu ini. Analisis yang dikutip WatcherGuru ini berbenturan langsung dengan ekspektasi awal pasar yang sebelumnya memasang peluang 38% untuk kenaikan 25 basis poin.

Arah kebijakan bank sentral baru akan tergambar lebih jelas setelah rilis dua data ekonomi krusial pada Kamis nanti: angka produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua AS dan laporan inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan Juni. Sambil menunggu pengumuman itu, grafik teknikal Bitcoin memancarkan sinyal pelemahan momentum. Relative Strength Index (RSI) turun ke angka 46,77, berada di bawah garis rata-rata pergerakan 53,49. Histogram MACD turut mencetak angka negatif -104,93. Merujuk pada pergerakan ini, analis Crypto Patel menargetkan garis Fibonacci 0.618 di level $61.000 sebagai batas penopang dalam skenario penurunan lanjutan.

KOSPI Korea Jatuh 10% dan Picu Circuit Breaker - Likuidasi Kripto $100 Juta Tersapu dalam Sejam📌 Baca JugaKOSPI Korea Jatuh 10% dan Picu Circuit Breaker - Likuidasi Kripto $100 Juta Tersapu dalam Sejam

Taktik Senyap Pemilik Modal Besar

Di balik angka penurunan harga dan indikator teknikal yang memerah, pemilik modal besar justru menjalankan taktik berbeda. Data dari platform analitik Santiment mengungkap bahwa deretan dompet berisi 10 hingga 10.000 keping koin baru saja menampung 19.696 BTC dalam delapan hari terakhir. Pola ini mengonfirmasi manuver klasik pasar kripto. Ketika sentimen makroekonomi menekan investor eceran hingga memaksa mereka membuang aset di harga bawah, pemegang dana besar masuk membeli suplai yang berserakan. Bagi pelaku pasar biasa, selisih antara kepanikan ritel dan belanja senyap paus ini layak jadi bahan pertimbangan sebelum buru-buru melepas aset koin mereka. Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share