Operasi blockchain Qubic terhenti mendadak di tick 85.371.949. Pengembang Layer-1 ini memutuskan mematikan jaringan pada rentang 18-19 Oktober 2026 setelah peretas membobol lebih dari 1.400 dompet dan menguras 2,94 triliun token Qubit (QU). Nilai koin yang hilang mencapai sekitar $1,4 juta.
Langkah drastis itu diambil bukan tanpa alasan: pembekuan jaringan seketika mengunci sebagian besar dana curian di tempat.
Bagaimana Kode Acak Biasa Membuka 1.400 Dompet
Penyusup tidak menyasar kelemahan smart contract atau membobol server pusat. Titik masuknya berada pada mekanisme pembuatan seed phrase di dompet resmi Qubic. Alih-alih memakai standar acak berkategori kriptografi, dompet web versi lama mengandalkan fungsi bawaan JavaScript bernama Math.random() untuk menyusun frasa kunci rahasia pengguna.
Fungsi matematika itu menghasilkan keluaran acak semu yang bisa ditebak polanya bila penyerang menganalisis algoritma pembentuknya. Dampak celah ini meluas ke ekosistem Apple: akun rentan mencakup pengguna peramban apa pun di iPhone serta iPad, pemakai Safari di Mac hingga 18 Oktober 2026, dan pengguna aplikasi iOS Qubic versi sebelum Juli 2025.
Pengembang langsung memperbarui generator dompet web ke versi 4.26.4 di repositori GitHub. Pada commit tambalan itu, tim menukar Math.random() dengan crypto.getRandomValues() agar proses pembuatan frasa kunci memiliki perlindungan kriptografis yang semestinya.
Kasus serupa pernah terjadi berulang kali di industri kripto. Pada Juli lalu, produsen Coldcard membeberkan kasus pencurian saldo akibat seed yang dilemahkan bug firmware. Kerentanan yang mirip juga sempat menimpa ekstensi peramban Trust Wallet serta perkakas Libbitcoin Explorer pada 2023.
Sebagian Besar Hasil Curian Masih Tertahan di Rantai
Meski triliunan token QU sempat berpindah tangan, pelaku tidak leluasa memindahkan hasil jarahannya. Sebanyak 87,1% dari total koin curian tidak pernah keluar dari jaringan Qubic. Saldo itu membeku seketika saat validator menangguhkan pembuatan blok, membuat peretas kehilangan akses untuk mengirim token ke bursa eksternal.
Porsi 12,9% sisanya sempat dikirimkan pelaku ke bursa kripto MEXC. Respons cepat pengelola bursa langsung membatasi ruang gerak peretas: MEXC membekukan akun penerima dalam waktu sekitar satu jam setelah transaksi masuk.
๐ Baca JugaBinance dan Coinbase Bantu Bekukan $11 Juta Penipuan Kripto - Di Baliknya Ada 117 Korban Perdagangan Manusia
Nasib Dana di Tangan Para Computor
Qubic beroperasi sebagai blockchain Layer-1 yang memfasilitasi transaksi dan kontrak pintar tanpa biaya. Arsitekturnya bertumpu pada Useful Proof of Work (UPoW), mekanisme konsensus yang menyalurkan energi komputasi penambangan untuk melatih model kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan data CoinGecko saat kabar ini disusun, kapitalisasi pasar token QU berada di angka sekitar $62,6 juta.
Arah pemulihan ekosistem kini berada di tangan Computors, sebutan bagi para validator jaringan Qubic. Tim inti tengah mendata dompet korban dan merancang sejumlah skema pengembalian dana untuk dipilih melalui mekanisme voting oleh para Computor.
Hingga kini, pihak pengembang belum mengumumkan kapan jaringan akan kembali beroperasi normal. Dokumen laporan teknis lengkap baru akan dirilis setelah rencana pemulihan disahkan. Bagi pemilik koin QU, kepastian saldo baru akan terjawab setelah bilik suara para Computor ditutup.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




